Waspada Kebiasaan Sering Ngorok saat Tidur
- 23 Apr 2026 09:07 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,Natuna – Kebiasaan ngorok saat tdur bukan berarti Anda tidur nyenyak, tapi tanda awal terjadinya stroke. Pernah Anda melihat orang yang tidurnya sampai mendengkur keras lalu tiba-tiba suaranya itu hilang seolah berhenti bernafas sebentar kemudian terbangun dengan suara tersedak. Nah, di masyarakat kita orang yang tidurnya ngorok seringkiali diartikan tidurnya sangat nyenyak karena kelelahan kerja. Padahal dari kacamata medis, mendengkur keras yang disertai anti nafas adalah kondisi serius yang disebut sebagai obstrctive sleep apnea atau osa.
Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :
Ngorok bukan tanda tidur berkualitas, tapi bisa jadi alarm awal penyakit jantung dan stroke.
Bayangkan saat Anda tidur, saluran nafas di tenggorokan mengalami penyempitan atau bahkan tertutup total karena otot-otot yang terlalu rileks atau adanya tumpukan lemak di leher. Saat saluran itu tertutup, oksigen tidak bisa masuk ke paru-paru dan otomatis kadar oksigen dalam darah Anda anjlok. Jantung Anda yang seharusnya istirahat saat malam hari tiba-tiba harus kaget dan memompa darah sekuat tenaga untuk mengirim sisa oksigen yang sedikit ke otak. Jadi, bukannya istirahat yang ada malah jantung Anda mengalami stres berat sepanjang malam tanpa Anda sadari. Kondisi kurang oksigen yang berulang-ulang setiap malam ini memicu pelepasan hormon stres seperti adrenalin yang membuat tekanan darah melonjak tinggi. Jangan kaget jika orang yang memiliki masalah ngorok parah seringkali memiliki tensi yang sulit dikontrol meski udah minum obat.
Penelitian menunjukkan kalau penderita obstruktif slip apnea memiliki risiko dua kali lipat lebih tinggi terkena serangan jantung dan stroke dibandingkan mereka yang tidurnya tenang. Jadi kalau misalnya pasangan Anda ngoroknya keras, maka segera ajak konsultasi ke dokter. Orang yang punya slip apnea memiliki keluhan sering mengantuk di siang hari, gampang marah atau sulit konsentrasi padahal merasa udah cukup tidur. Nah, itu sebenarnya karena otak Anda terbangun berkali-kali di malam hari setiap kali nafas Anda terhenti. Meskipun Anda tidak ingat saat bangun di pagi hari kualitas tidurnya itu nol besar. Ibarat handphone yang sudah dicas semalaman tapi kabelnya longgar, putus nyambung, maka baterainya tidak akan pernah penuh. Nah, ini sangat bahaya jika misalnya Anda harus menyetir jarak jauh atau mengoperasikan mesin berat karena resiko kecelakaan jadi meningkat drastis. Selain karena faktor usia, berat badan yang berlebih juga bisa menjadi faktor resiko utama. Lemak di area leher akan mempersepit jalan nafas Anda dalam posisi berbaring. Kadang mengubah posisi tidur jadi miring juga bisa sedikit membantu. Tapi kadang orang sering tidak bisa mempertahankannya dalam jangka waktu yang lama. Tadinya miring, eh pas bangun sudah tengkurep atau terlentang.
Solusi permanennya tetap dengan menurunkan berat badan atau menggunakan alat bantu pernafasan khusus seperti auto sipep saat tidur jika kondisinya sudah berat. Nah, intinya jangan remehkan suara ngorok, karena itu adalah cara tubuh Anda memberitahu kalau ada sesuatu yang tersumbat di jalur kehidupan Anda. Tidur seharusnya jadi waktu bagi jantung dan otak untuk memperbaiki diri, bukan malah jadi waktu yang paling menegangkan bagi mereka. Jadi mulai malam ini coba perhatikan pola tidur Anda atau pasangan Anda. Kalau ada gejala mendengkur yang parah, jangan ragu untuk periksa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....