Kemenkes: MSG Aman Dikonsumsi Asal Sesuai Takaran
- 30 Jul 2026 21:32 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Monosodium Glutamat (MSG) atau yang lebih dikenal sebagai micin merupakan bahan tambahan pangan yang sering digunakan untuk memperkuat cita rasa makanan. Meski kerap menjadi perdebatan di masyarakat, Kementerian Kesehatan menyebut MSG aman dikonsumsi selama digunakan sesuai dengan takaran yang dianjurkan.
Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan, MSG merupakan kristal berwarna putih yang dibuat dari ekstrak bahan alami, seperti tetes tebu, melalui proses fermentasi. Kandungan asam glutamat alami juga dapat ditemukan pada berbagai bahan pangan, seperti tomat, rumput laut, keju, daging, dan beberapa jenis sayuran.
| Baca juga: Manfaat Tanaman Lidah Mertua dalam Ruangan |
MSG berfungsi sebagai penguat rasa atau flavor enhancer, sehingga mampu mempertegas cita rasa gurih atau umami pada makanan. Berbeda dengan penyedap rasa yang memberikan cita rasa tertentu, MSG hanya berfungsi memperkuat rasa yang sudah ada pada makanan.
Secara komposisi, MSG terdiri dari sekitar 78 persen asam glutamat, 12 persen natrium, dan 10 persen air. Asam glutamat yang menjadi komponen utama merupakan salah satu jenis asam amino yang secara alami juga terdapat pada berbagai bahan makanan sehari-hari.
Berdasarkan hasil penelitian yang dikutip Kementerian Kesehatan, total asupan glutamat dari makanan di sejumlah negara Eropa berkisar antara 5 hingga 12 gram per hari. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa penggunaan MSG secara umum tidak berbahaya bagi masyarakat apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.
Di Indonesia, penggunaan MSG juga telah diatur melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 dan Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 23 Tahun 2013 tentang batas maksimum penggunaan bahan tambahan pangan penguat rasa. Kedua regulasi tersebut menegaskan bahwa MSG aman digunakan selama mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menetapkan batas asupan harian MSG yang dapat diterima tubuh, yakni sekitar 0 hingga 120 miligram per kilogram berat badan. Meski tergolong aman, masyarakat tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsi MSG secara berlebihan agar terhindar dari potensi dampak yang tidak diinginkan.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Salah satunya dengan memperhatikan kandungan MSG pada produk pangan serta menerapkan pola makan yang seimbang agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....