Bentuk dan Warna Kuku Bisa Jadi Cermin Penyakit di Tubuh
- 17 Jun 2026 14:46 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Kuku sering kali dianggap hanya sebagai pelengkap estetika penampilan. Namun, dalam dunia medis, bagian tubuh yang kecil ini bisa berfungsi sebagai "alarm" dini bagi kesehatan kita. Perubahan tekstur, bentuk, hingga warna kuku ternyata dapat mencerminkan kondisi organ dalam, mulai dari kekurangan nutrisi hingga penyakit kronis seperti gangguan jantung dan hati.
Menurut Yulia salah satu tenaga medis di RSUD Natuna, menyebut kuku merupakan perpanjangan dari kulit yang mendapatkan suplai darah dan nutrisi langsung dari dalam tubuh. "Kuku bisa menjadi cermin kesehatan internal kita. Ketika organ tubuh mengalami gangguan atau kekurangan nutrisi, proses pembentukan matriks kuku ikut terganggu, sehingga manifestasinya bisa terlihat jelas pada perubahan warna maupun strukturnya," ungkapnya.
Para ahli menyarankan agar kita tidak mengabaikan perubahan mencolok pada kuku. Berikut adalah beberapa kondisi bentuk dan warna kuku yang bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan:
| Baca juga: Kenali 5 Ciri Kuku Sehat |
1. Perubahan Warna Kuku
Kuku Pucat atau Putih (Terry's Nails): Kuku yang hampir seluruhnya berwarna putih dengan garis merah atau gelap di ujungnya bisa menjadi tanda penuaan normal. Namun, dalam beberapa kasus, ini juga bisa menjadi indikasi penyakit serius seperti gagal jantung kongestif, penyakit hati (sirosis), atau malnutrisi.
Kuku Menguning: Penyebab paling umum dari kuku kuning adalah infeksi jamur. Namun, jika kuku juga menebal dan tumbuh lambat, ini bisa menjadi gejala Penyakit Kuku Kuning (Yellow Nail Syndrome), yang sering dikaitkan dengan masalah pernapasan seperti bronkitis kronis atau gangguan sistem limfatik.
Baca juga: Cara Mencegah Tumbuhnya Uban di Usia MudaKuku Kebiruan (Sianosis): Warna kebiruan pada kuku menunjukkan bahwa tubuh tidak mendapatkan oksigen yang cukup. Ini bisa menjadi sinyal adanya masalah pada paru-paru (seperti emfisema) atau gangguan jantung.
Garis Gelap di Bawah Kuku: Jika muncul garis hitam atau cokelat gelap di bawah kuku tanpa adanya cedera sebelumnya, kondisi ini harus segera diperiksakan ke dokter. Garis gelap ini bisa menjadi gejala awal melanoma subungual, salah satu jenis kanker kulit yang paling berbahaya.
2. Perubahan Bentuk dan Tekstur Kuku
Kuku Sendok (Koilonychia): Kondisi di mana kuku menjadi cekung di bagian tengah hingga membentuk seperti sendok yang bisa menampung setetes air. Kuku sendok biasanya merupakan tanda dari anemia defisiensi besi atau gangguan penyerapan zat besi (hemochromatosis).
Kuku Tabuh (Clubbing): Kondisi ini terjadi ketika ujung jari membesar dan kuku tumbuh melengkung ke bawah mengikuti bentuk ujung jari yang membulat. Kuku tabuh sering kali menjadi tanda rendahnya kadar oksigen dalam darah secara kronis, yang biasanya berhubungan dengan penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), kanker paru-paru, atau penyakit jantung bawaan.
Kuku Bergelombang atau Berlubang (Pitting): Permukaan kuku yang tampak berlubang-lubang kecil atau bergelombang sering ditemukan pada penderita psoriasis (penyakit kulit inflamasi) atau alopecia areata (penyakit autoimun yang menyebabkan kebotakan).
Garis Horizontal (Beau's Lines): Garis atau lekukan melintang yang berjalan horizontal di sepanjang kuku. Garis ini muncul ketika pertumbuhan kuku terhenti sementara akibat stres fisik yang berat pada tubuh, seperti setelah demam tinggi, infeksi parah (termasuk pasca-COVID-19), atau efek samping kemoterapi.
Jangan langsung panik atau melakukan self-diagnosis (mendiagnosis diri sendiri) jika melihat ada perubahan pada kuku. Perubahan tersebut adalah lampu kuning agar kita lebih peduli. Langkah terbaik adalah segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit atau dokter umum untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan diagnosis yang akurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....