Waspasa Kolestrol tanpa Gejala

  • 25 Mei 2026 17:51 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID,Natuna - Banyak orang yang merasa bangga dan tenang meskipun hasil pemeriksaan laboratoriumnya itu menunjukkan angka kolesterol yang sudah merah atau tinggi hanya karena tubuhnya itu merasa tidak ada keluhan sama sekali. Mereka berpikir kalau tidak ada pusing di tengkuk atau tidak ada rasa pegal di pundak berarti kolesterolnya itu belum berbahaya.

Padahal itu adalah pola pikir yang sangat menyesatkan dan bisa berakibat fatal. Kolesterol tinggi seringkiali disebut sebagai silent killer karena dia bekerja dalam sunyi tanpa memberikan sinyal rasa sakit yang berarti sampai akhirnya pembuluh darah Anda benar-benar tersumbat total. Jangan sampai Anda tertipu oleh rasa sehat palsu tersebut karena pembuluh darah kita tidak memiliki saraf perasa di bagian dalamnya sehingga proses penumpukan lemak tidak akan pernah terasa sakit. Berikut penjelasan dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dari klinik Kiera dr Erta, Sp. JP akun Yutube @DrErtaSpJP :

Banyak pasien yang baru datang setelah serangan jantung dan saat ditanya mereka selalu bilang sebelumnya mereka merasa sehat-sehat saja dan tidak pernah mengeluh sakit. Padahal setelah diperiksa ternyata sumbatan di pembuluh darah jantungnya sudah mencapai 90% yang artinya proses penumpukan lemak tersebut sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa disadari.

Ini ibarat pipa air di rumah kita yang selama bertahun-tahun dialiri air berlemak yang perlahan keraknya menumpuk di dinding pipa. Sampai suatu hari airnya itu tidak bisa mengalir sama sekali. Analogi pipa ini sangat pas untuk menggambarkan apa yang terjadi di dalam tubuh kita saat kadar kolesterol jahat atau LDL di dalam darah kita itu terlalu tinggi dalam waktu yang lama.

LDL ini ibarat kurir pembawa sampah lemak yang jika jumlahnya itu berlebihan, dia akan mulai menjatuhkan muatannya di sepanjang dinding pembuluh darah kita tanpa permisi. Awalnya muatan itu hanya membentuk lapisan tipis yang licin. Tapi lama-kelamaan lapisan itu akan mengeras karena bercampur dengan kalsium dan membentuk plak yang tebal. Plak inilah yang membuat lubang pembuluh darah kita makin sempit hingga akhirnya jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah melewati celah yang kecil tersebut.

Masalah besarnya adalah ketika plak ini tiba-tiba pecah karena tekanan darah yang tinggi atau stres, maka tubuh akan berusaha menutup luka tersebut dengan gumpalan darah. Gumpalan darah yang terbentuk di atas plak yang pecah itulah yang menjadi penyebab utama serangan jantung mendadak atau stroke karena bisa menutup aliran darah secara instan hanya dalam hitungan detik. Jika itu terjadi di pembuluh darah jantung, maka otot jantung akan mulai mati dalam waktu singkat. Dan jika terjadi di otak, maka bagian otak tersebut akan mengalami kerusakan permanen.

Salah satu kebiasaan masyarakat kita yang paling sering memicu masalah ini adalah kegemaran mengkonsumsi gorengan dan makanan bersantan secara berlebihan hampir setiap hari. Kita sering merasa tidak lengkap kalau tidak makan tanpa ada gorengan yang renyah. Padahal minyak yang dipanaskan berulang kali itu adalah sumber lemak trans yang sangat jahat bagi pembuluh darah. Belum lagi kebiasaan minum minuman manis setelah makan makanan berlemak yang justru akan mempercepat proses peradangan dalam dinding pembuluh darah kita sehingga lemak lebih mudah menempel.

Kurang tidur dan stres yang berkepanjangan itu juga menjadi faktor yang sering disepelekkan dalam urusan kolesterol. Karena stres bisa memicu hormon kortisol yang bisa meningkatkan produksi kolesterol oleh hati. Banyak yang berpikir kolesterol itu hanya berasal dari makanan. Padahal sekitar 70% kolesterol dalam darah kita itu diproduksi sendiri oleh organ hati kita sebagai respon terhadap kondisi tubuh kita. Nah, jika Anda terus-menerus dalam kondisi stres dan kurang istirahat, maka hati Anda akan terus memproduksi kolesterol jahat meskipun Anda sudah mulai menjaga pola makan dengan sangat ketat. Jadi kesehatan jantung itu bukan cuman soal apa yang ada di piring makan Anda, tapi soal bagaimana Anda itu mengelola pikiran dan memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh untuk melakukan regenerasi.

Tidur yang cukup minimal 7 jam sehari adalah cara yang gratis dan paling enak untuk membantu tubuh menjaga keseimbangan profil lemak darah Anda secara alami.

Selain itu, kurangnya aktivitas fisik membuat kolesterol baik atau HDL kita menjadi sangat rendah. Padahal HDL ini adalah pasukan pembersih yang bertugas memungut kembali sampah lemak di pembuluh darah. Kalau LDL ini adalah sampahnya, maka HDL ini adalah truk sampahnya yang akan membawa kembali lemak-lemak tadi itu ke hati untuk dibuang atau diproses kembali menjadi empedu.

Jika Anda jarang bergerak maka jumlah truk sampah di tubuh Anda itu akan sangat sedikit sehingga sampah lemak di pembuluh darah akan terus menumpuk tanpa ada yang membersihkannya secara rutin. Berjalan kaki minimal 30 menit setiap hari sudah cukup membantu meningkatkan kadar kolesterol baik. Dan ini bisa membuat pembuluh darah Anda tetap elastis dan bersih. Olahraganya tidak perlu yang berat atau mahal. Cukup lakukan aktivitas yang membuat jantung itu berdetak sedikit lebih kencang dari biasanya secara konsisten setiap harinya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....