Panas dalam ternyata Bukan Cuma karena Pedas, Ini Faktanya
- 24 Mar 2026 14:49 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID,NATUNA - Panas dalam biasanya terasa di area mulut dan tenggorokan. Gejalanya bisa berbeda tiap orang, tapi umumnya mudah dikenali. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain rasa panas di tenggorokan, mulut kering atau pahit, serta bau mulut. Selain itu, bisa juga muncul sariawan, bibir pecah-pecah, tenggorokan gatal, hingga nyeri saat menelan. Dalam beberapa kasus, panas dalam juga disertai sembelit ringan dan menurunnya nafsu makan. Panas dalam tidak hanya disebabkan satu faktor, tetapi bisa dipengaruhi oleh gaya hidup, lingkungan, dan kondisi kesehatan tertentu. Karena itu, penting untuk memahami penyebabnya agar lebih mudah mencegah dan mengatasinya. Berikut penyebab panas dalam yang dilansir dari laman halodoc.com:
1. Kurang minum air dapat membuat mulut dan tenggorokan kering.
Kurang minum air membuat produksi air liur berkurang, sehingga mulut dan tenggorokan menjadi kering dan lebih mudah teriritasi. Selain itu, makanan berminyak atau terlalu asam dapat mengganggu lapisan pelindung di tenggorokan. Akibatnya, muncul sensasi perih, panas, atau tidak nyaman.
2. Merokok, konsumsi alkohol, dan paparan polusi.
Merokok dan konsumsi alkohol dapat mengiritasi serta mengeringkan jaringan di mulut dan tenggorokan. Paparan polusi udara juga membawa partikel berbahaya yang bisa memperparah iritasi saluran pernapasan. Jika terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa membuat gejala panas dalam semakin parah.
3. Stres dan kurang tidur.
Stres dan kurang tidur dapat melemahkan sistem imun tubuh. Saat daya tahan menurun, tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan peradangan. Hal inilah yang kemudian bisa memicu munculnya gejala seperti panas di tenggorokan atau sariawan.
4. Infeksi seperti flu, radang tenggorokan, atau amandel.
Peradangan tersebut menimbulkan rasa nyeri, panas, dan tidak nyaman saat menelan. Inilah yang sering dirasakan sebagai “panas dalam”.
5. Asam lambung naik (GERD), kekurangan vitamin, atau sindrom mulut terbakar juga bisa memicu gejala serupa.
Asam lambung naik (GERD) dapat menyebabkan asam dari lambung naik ke tenggorokan dan memicu iritasi. Kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B12 atau zat besi, juga dapat menyebabkan sariawan dan rasa tidak nyaman di mulut. Selain itu, sindrom mulut terbakar menimbulkan sensasi panas tanpa luka yang jelas, sehingga sering disalahartikan sebagai panas dalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....