Kenapa Penyakit Maag Malah Jarang Kambuh saat Puasa?

  • 02 Mar 2026 08:38 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Bagi sebagian penderita maag, Ramadan kerap memunculkan kekhawatiran,apakah lambung akan “protes” karena kosong selama belasan jam? Kekhawatiran ini terdengar logis. Namun dalam praktiknya, tidak sedikit penderita justru merasakan keluhan yang lebih terkendali saat berpuasa.

Menurut dr. Saddam Ismail di Kanal Youtube nya, kondisi ini bukan sekadar sugesti, melainkan bagian dari mekanisme biologis tubuh yang bekerja secara adaptif. Ia menyatakan, “Puasa bukan sekadar ibadah, tetapi merupakan terapi alami yang luar biasa untuk organ pencernaan kita,”.

Pernyataan ini menekankan bahwa puasa, jika dijalankan dengan pola yang tepat, dapat memberi dampak fisiologis yang positif bagi lambung. Untuk itu pentingnya menjalankan pola makan yang tepat baik di saat berbuka puasa maupun ketika sedang bersahur.

Berikut empat penjelasan utama mengapa kondisi lambung dapat membaik selama puasa:

1. Produksi Asam Lambung Menurun Secara Bertahap

Ketika tidak ada asupan makanan, otak mengenali bahwa proses pencernaan tidak sedang berlangsung. Respons ini memicu penurunan produksi asam lambung secara perlahan. Dengan berkurangnya paparan asam, dinding lambung memiliki kesempatan untuk memperbaiki iritasi atau luka mikro yang sebelumnya terbentuk.

2. Pola Makan Menjadi Lebih Terstruktur

Salah satu pemicu utama kekambuhan maag adalah jadwal makan yang tidak konsisten. Puasa menciptakan ritme yang relatif tetap, sahur dan berbuka, sehingga lambung memiliki pola kerja yang lebih terprediksi. Keteraturan ini membantu menstabilkan respons produksi asam dan memperbaiki ritme biologis sistem pencernaan.

3. Berkurangnya Paparan Zat Iritatif

Selama berpuasa, konsumsi camilan pedas, asam, berlemak, minuman bersoda, dan kopi umumnya berkurang. Padahal, jenis makanan dan minuman tersebut sering menjadi pencetus peningkatan asam lambung. Jeda konsumsi zat iritan selama berjam-jam memberi ruang bagi mukosa lambung untuk pulih.

4. Penurunan Tingkat Stres

Lambung memiliki hubungan saraf yang erat dengan otak, sehingga kondisi emosional sangat memengaruhi produksi asam. Suasana Ramadan yang cenderung lebih reflektif dan tenang membantu banyak orang mengelola stres dengan lebih baik. Ketika stres menurun, stimulasi berlebihan terhadap produksi asam lambung pun ikut mereda.

Tips agar Maag Tidak Kambuh saat Berbuka

Meski puasa dapat memberi manfaat, efek tersebut bisa hilang bila pola berbuka tidak terkontrol. dr. Saddam mengingatkan agar tidak melakukan “balas dendam” dengan makan dalam jumlah besar sekaligus, karena hal ini dapat mengejutkan lambung dan memicu lonjakan asam kembali.

Pendekatan yang lebih aman antara lain: Mengawali berbuka dengan air putih hangat dan kurma. Memberi jeda sebelum mengonsumsi makanan utama, misalnya setelah salat Magrib.

Menghindari langsung berbaring atau tidur setelah sahur, idealnya beri jarak sekitar dua jam. Dengan pengaturan yang tepat, puasa bukan hanya aman bagi penderita maag, tetapi juga berpotensi membantu menstabilkan kondisi lambung dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....