Mencegah Cedera Tulang Belakang saat Mengangkat Beban

  • 18 Feb 2026 13:17 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Cedera tulang belakang umumnya tidak semata-mata disebabkan oleh berat beban yang diangkat, melainkan oleh kesalahan teknik yang mengabaikan prinsip ergonomi. Dalam praktik bedah saraf, salah satu kondisi yang paling sering ditemui akibat kesalahan ini adalah Herniated Nucleus Pulposus (HNP) atau saraf terjepit, yang terjadi ketika tekanan mendadak membebani struktur tulang belakang secara tidak proporsional.

Pakar bedah saraf, dr. Asadullah, SpBS, F-TB pada Siniar Hoho-Hihi On The Weekend mengungkapkan bahwa kasus cedera punggung kini semakin banyak terjadi pada usia muda. Pemicu utamanya beragam, mulai dari aktivitas sehari-hari seperti mengangkat galon air hingga latihan angkat beban intensitas tinggi, termasuk deadlift. Kesamaan dari berbagai kasus tersebut terletak pada posisi tulang belakang yang melengkung saat menahan beban, sehingga meningkatkan tekanan intra-diskal secara signifikan.

Secara anatomi, bantalan sendi tulang belakang dirancang untuk menahan beban dalam posisi lurus dan seimbang. Ketika punggung berada dalam posisi fleksi atau membungkuk, tekanan pada bantalan sendi meningkat tajam dan berisiko mendorongnya keluar dari posisi normal. Kondisi inilah yang dapat berujung pada penekanan saraf dan memicu nyeri hebat hingga gangguan fungsi gerak.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, dr. Asadullah menekankan pentingnya menjaga keselarasan tulang belakang saat mengangkat beban.

“Caranya sebenarnya, cara ngangkat galonnya misalnya.punggungnya harus rata kan. yang penting tunggu ngelock aja lurus. Apapun yang terjadi itu kayaknya paling aman,” jelasnya.

Selain teknik angkat yang tepat, stabilitas tulang belakang sangat bergantung pada kekuatan otot inti (core muscles). Menurut dr. Asadullah, tulang belakang tidak dirancang untuk menopang beban sendirian. Otot perut, punggung, dan panggul berperan sebagai sistem penyangga alami yang membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata.

Sebagai langkah preventif, terdapat beberapa prinsip dasar yang perlu diperhatikan. Pertama, pastikan punggung berada dalam posisi lurus dan stabil sebelum mulai mengangkat beban. Kedua, dorong beban menggunakan kekuatan otot kaki, khususnya paha, bukan menariknya dengan pinggang. Ketiga, lakukan latihan rutin untuk memperkuat otot inti guna memberikan perlindungan tambahan bagi ruas tulang belakang.

Selain itu, peningkatan beban sebaiknya dilakukan secara bertahap dan terkontrol. Lonjakan beban yang terlalu cepat, terutama dengan teknik yang belum matang, akan memberikan tekanan berulang yang mempercepat proses degenerasi sendi dan meningkatkan risiko cedera saraf.

Memahami bahwa jaringan saraf pusat memiliki kemampuan regenerasi yang sangat terbatas, menjaga postur dan teknik saat beraktivitas fisik bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan investasi penting bagi kesehatan tulang belakang dan mobilitas jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....