Tinjauan Medis Keluhan “Salah Bantal” saat Tidur

  • 18 Feb 2026 13:10 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Keluhan kaku leher saat bangun tidur, yang populer disebut sebagai “salah bantal”, kerap dianggap masalah ringan akibat posisi tidur atau bantal yang kurang tepat. Namun, dari sudut pandang medis khususnya bedah saraf kondisi ini berkaitan dengan respons sendi leher dan sistem peredaran darah selama tubuh berada dalam fase istirahat.

Pakar bedah saraf, dr. Asadullah, SpBS, F-TB, pada Siniar Hoho-Hihi On The Weekend menjelaskan bahwa rasa nyeri dan kaku pada leher umumnya merupakan tanda adanya peradangan pada sendi-sendi servikal. Peradangan ini dipicu oleh posisi tidur yang tidak ergonomis dan dipertahankan dalam waktu lama, sehingga membebani struktur sendi dan jaringan di sekitarnya.

Kondisi tersebut lebih mudah terjadi pada individu yang mengalami kelelahan ekstrem. Saat tubuh memasuki fase tidur sangat dalam (deep sleep), mekanisme alami untuk mengubah posisi demi mengurangi rasa tidak nyaman menjadi kurang aktif. Akibatnya, posisi yang menekan sendi leher dapat bertahan sepanjang malam tanpa disadari.

Untuk mengatasi nyeri leher yang berat dan membatasi pergerakan, dr. Asadullah menyebutkan bahwa tindakan medis tertentu dapat memberikan perbaikan signifikan.

“Salah bantal itu sendi-sendi leher itu sakit. Itu suntik kelar sebenarnya, nyerinya membaik biasanya 80–90%, tinggal kaku-kakunya fisioterapi,” ungkapnya.

Selain kaku leher, keluhan lain yang sering muncul saat tidur adalah keram otot, terutama pada kaki. Secara medis, kondisi ini tidak berkaitan dengan anggapan mistis seperti “ketindihan,” melainkan berhubungan dengan gangguan fisiologis pada otot dan sirkulasi darah.

Dr. Asadullah menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama keram adalah ketidakseimbangan mineral, khususnya kalsium, yang berperan penting dalam proses kontraksi dan relaksasi otot. Kekurangan mineral ini membuat otot lebih mudah mengalami kontraksi berlebihan.

Faktor lain yang turut berperan adalah gangguan aliran darah akibat posisi tidur yang menekan pembuluh darah dalam waktu lama. Pada kondisi kelelahan berat, tubuh tidak segera merespons tekanan tersebut, sehingga suplai oksigen ke otot berkurang dan memicu keram. Aktivitas fisik berlebih tanpa pemanasan yang memadai juga dapat menyebabkan otot mengalami “penguncian” saat memasuki fase istirahat.

Sebagai langkah pencegahan awal, dr. Asadullah merekomendasikan penggunaan kompres hangat untuk membantu melemaskan otot dan mengurangi kekakuan sendi. Jika keluhan kaku leher atau keram otot terjadi berulang, evaluasi menyeluruh terhadap pola aktivitas, kecukupan nutrisi, serta posisi tidur yang mendukung kesejajaran tulang belakang menjadi sangat penting.

Ia menegaskan bahwa meskipun keluhan ini kerap dianggap sepele, penanganan yang tepat sejak dini dapat mencegah berkembangnya gangguan muskuloskeletal maupun saraf dalam jangka panjang.

Page break

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....