Sering Kesemutan, Kenali Penyebabnya

  • 19 Jun 2026 19:12 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kesemutan atau dalam istilah medis disebut parestesia umumnya ditandai dengan rasa kebas atau mati rasa yang disertai rasa seperti tertusuk jarum. Kondisi ini dapat terjadi di bagian tubuh mana pun, tetapi paling sering terjadi di tangan dan kaki. Kesemutan pada tangan merupakan keluhan yang cukup sering dialami banyak orang.

Kondisi ini umumnya terjadi akibat tekanan pada saraf atau pembuluh darah, misalnya karena posisi duduk atau tidur yang tidak biasa. Namun, jika kesemutan terjadi berulang, berlangsung lama, atau disertai gejala lain, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu. Mengutip dari www.cnnindonesia.com, berikut sejumlah penyebab tangan sering kesemutan yang perlu diketahui:

1. Kekurangan vitamin

Kekurangan beberapa jenis vitamin, seperti vitamin E, vitamin B1, vitamin B12, dan niasin, dapat memengaruhi fungsi saraf dan memicu kesemutan pada tangan maupun kaki. Sebaliknya, kelebihan vitamin B6 juga dapat menyebabkan gangguan saraf.

Khusus kekurangan vitamin B12, kondisi ini dapat menyebabkan neuropati perifer. Gejala lain yang mungkin muncul meliputi pusing, sesak napas, kelelahan, sakit kepala, gangguan pencernaan, nyeri dada, mual, hingga pembesaran hati. Penanganan umumnya dilakukan dengan memperbaiki pola makan atau mengonsumsi suplemen sesuai anjuran tenaga kesehatan.

2. Cedera regangan berulang

Cedera regangan berulang terjadi akibat gerakan yang sama dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu lama. Kondisi ini sering dialami oleh pekerja yang banyak menggunakan komputer, mengetik, atau melakukan aktivitas berulang lainnya.

RSI dapat memengaruhi pergelangan tangan, lengan bawah, siku, hingga bahu. Selain kesemutan, gejalanya meliputi nyeri, pegal, kaku, berdenyut, lemah, dan kram. Penanganan biasanya mencakup istirahat, kompres dingin, serta penggunaan obat antiinflamasi sesuai kebutuhan.

3. Konsumsi alkohol berlebihan

Alkohol bersifat toksik bagi jaringan saraf. Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan dan berlangsung lama dapat meningkatkan risiko neuropati alkoholik, yaitu kerusakan saraf akibat paparan alkohol.

Kondisi ini dapat menimbulkan kesemutan, mati rasa, hingga nyeri pada tangan dan kaki. Sejumlah penelitian menunjukkan neuropati alkoholik cukup umum ditemukan pada individu dengan riwayat konsumsi alkohol jangka panjang. Penanganan utamanya adalah mengurangi atau menghentikan konsumsi alkohol.

4. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat menimbulkan kesemutan sebagai efek samping. Kondisi ini dapat terjadi pada obat-obatan tertentu yang digunakan untuk pengobatan kanker, kejang, maupun tekanan darah tinggi.

Jika kesemutan muncul setelah mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui apakah gejala tersebut berkaitan dengan pengobatan yang sedang dijalani.

5. Kelumpuhan saraf radial

Kelumpuhan saraf radial merupakan gangguan pada saraf radial yang mengendalikan otot trisep, pergelangan tangan, dan jari-jari. Kondisi ini biasanya terjadi akibat tekanan pada saraf radial yang membentang di sepanjang lengan. Salah satu contohnya adalah ketika seseorang tertidur dengan posisi lengan terjepit di antara kepala dan permukaan yang keras dalam waktu lama.

Kesemutan pada tangan umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun, bila keluhan muncul berulang, berlangsung lama, atau disertai kelemahan otot, nyeri hebat, maupun mati rasa yang semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....