Bahaya Posisi Menunduk saat Bermain Ponsel bagi Kesehatan Leher

  • 12 Feb 2026 09:42 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Kebiasaan menunduk saat menggunakan handphone dalam waktu lama kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, di balik kenyamanan tersebut, tersimpan risiko serius bagi kesehatan tulang belakang, khususnya pada area leher. Spesialis Bedah Saraf, dr. Asadullah, SpBS, F-TB, menegaskan bahwa postur menunduk yang dilakukan berulang dapat memicu kerusakan sendi dan saraf leher secara bertahap hingga bersifat permanen.

Dalam penjelasannya di kanal YouTube Abdel Achrian, dr. Asadullah mengungkapkan bahwa banyak orang belum menyadari besarnya beban biomekanik yang harus ditanggung leher saat kepala condong ke depan. Padahal, posisi kepala sangat menentukan distribusi tekanan pada tulang belakang.

Secara anatomi, berat kepala manusia dewasa berada pada kisaran 4–5 kilogram. Dalam posisi tubuh tegak, beban tersebut masih dapat didistribusikan secara seimbang ke seluruh struktur tulang belakang. Masalah mulai muncul ketika kepala terus-menerus menunduk untuk menatap layar ponsel, karena tekanan menjadi terfokus pada sendi dan otot leher.

Dr. Asadullah menjelaskan, “Kepala ini beratnya sekitar 4–5 kg. Bayangkan kita mengangkat barbel seberat itu dengan posisi menunduk selama berjam-jam. Otot dan sendi leher akan sangat kelelahan.” Analogi ini menggambarkan betapa besar tekanan yang dialami leher akibat kebiasaan yang sering dianggap sepele.

Jika kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang, akan muncul efek domino pada tulang belakang leher. Otot menjadi tegang dan nyeri secara kronis, sendi mengalami degenerasi dini, serta fleksibilitas leher berkurang. Proses penuaan struktur tulang pun terjadi lebih cepat dibandingkan usia biologis seseorang.

Pada kondisi yang lebih berat, tekanan berlebih dapat menyebabkan bantalan tulang leher menonjol dan menjepit saraf. Gangguan ini biasanya ditandai dengan keluhan kesemutan, rasa panas, nyeri menjalar, hingga kelemahan pada lengan dan tangan. Apabila tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari.

Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, dr. Asadullah menyarankan perubahan sederhana namun konsisten dalam penggunaan gadget. Posisi layar ponsel sebaiknya sejajar dengan pandangan mata agar leher tidak menekuk. Selain itu, pengguna dianjurkan menjaga postur duduk yang tegak, melakukan peregangan leher setiap 20–30 menit, serta membatasi durasi penggunaan ponsel dalam posisi tidak ergonomis.

Ia menegaskan, “Jangan tunggu sampai terasa kebas atau tangan lemah. Mencegah jauh lebih mudah daripada memperbaiki saraf yang sudah rusak.” Pernyataan ini menekankan bahwa kesadaran postur sejak dini menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan saraf dan tulang belakang di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....