Wabup Natuna Hadiri Monitoring Desa Antikorupsi di Desa Limau Manis
- 16 Sep 2026 08:27 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna : Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik, menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi Desa Antikorupsi di Desa Limau Manis, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kabupaten Natuna, Senin 14 September 2026 siang. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Desa Limau Manis tersebut melibatkan Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
Kehadiran Tim KPK RI menjadi momentum penting untuk melihat secara langsung keberlanjutan Program Desa Antikorupsi yang telah diterapkan di Desa Limau Manis sejak mengikuti program tersebut pada 2023. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Natuna Jarmin menyampaikan apresiasi kepada Tim KPK RI dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang telah melakukan monitoring dan evaluasi di Desa Limau Manis.
Jarmin mengatakan, Desa Limau Manis bukan tiba-tiba memperoleh predikat sebagai Desa Antikorupsi. Predikat tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang meliputi observasi, pendampingan, pembinaan, pemenuhan eviden hingga penilaian langsung oleh KPK RI.
Pada 2023, Desa Limau Manis menjadi salah satu desa di Provinsi Kepulauan Riau yang terpilih sebagai desa percontohan antikorupsi tingkat nasional. Berdasarkan hasil penilaian KPK RI, Desa Limau Manis memperoleh nilai 94 dengan predikat “Istimewa”. Menurut Jarmin, nilai tersebut bukan sekadar angka, tetapi merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah yang harus dipertahankan.
“Predikat Desa Antikorupsi bukanlah garis akhir, justru predikat tersebut merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Nilai 94 pada tahun 2023 harus kita jadikan motivasi untuk terus melakukan perbaikan.” Ujar Jarmin
Jarmin menegaskan, jangan sampai setelah memperoleh penghargaan, semangat antikorupsi justru berkurang. Sebaliknya, apa yang telah dinilai dan diapresiasi KPK harus benar-benar menjadi budaya yang terus hidup dan berkembang di Desa Limau Manis.
Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi penting dilakukan untuk memastikan keberlanjutan program, mengukur konsistensi dan perkembangan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu diperbaiki. Jarmin menyampaikan keberhasilan Desa Limau Manis tidak terlepas dari kerja keras kepala desa, perangkat desa, BPD, lembaga kemasyarakatan dan seluruh masyarakat.
Selain itu, keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil sinergi antara Pemerintah Desa Limau Manis dengan Pemerintah Kabupaten Natuna, Pemerintah Kecamatan Bunguran Timur Laut serta berbagai perangkat daerah terkait.
“Apa yang baik di Limau Manis harus dapat menjadi pembelajaran bagi desa-desa lain. Kita ingin ke depan semakin banyak desa di Kabupaten Natuna yang memiliki tata kelola pemerintahan yang baik, pengelolaan keuangan yang transparan, pelayanan publik yang berkualitas, pengawasan yang kuat dan partisipasi masyarakat yang tinggi.” Kata Jarmin
Jarmin berharap semangat Desa Antikorupsi tidak berhenti di Desa Limau Manis, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh desa di Kabupaten Natuna. Pemerintah Kabupaten Natuna juga menyatakan siap menerima seluruh masukan dan rekomendasi dari Tim KPK RI sebagai bahan perbaikan secara berkelanjutan.
Melalui monitoring tersebut, Pemkab Natuna berharap berjalannya dengan baik sinergi antara KPK RI, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kabupaten Natuna dan Pemerintah desa . Dengan adanya sinergi ini, Pemerintah akan semakin kuat dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, akuntabel dan berintegritas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....