Warga Natuna Rasakan Kian Lesunya Perekonomian

  • 28 Jul 2025 12:38 WIB
  •  Ranai

KBRN. Natuna : Melemahnya perekonomian di Kabupaten Natuna kian hari cukup dirasakan diberbagai sektor usaha. Melambatnya perekonomian itu, membuat masyarakat gelisah dan harus memutar otak dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pemerintah daerah sebagai pemangku kebijakan di harapkan dapat mencarikan solusi terkait dengan lesunya perekonomian warga masyarakat Natuna saat ini. Setidaknya hanya sepatah kalimat itulah harapan yang banyak dilontarkan warga saat dimintai pendapatnya soal pembangunan daerah saat ini.

Tidak hanya warga masyarakat di akar rumput, tapi juga di kelompok yang sudah cukup mapan turut merasakan lesunya perekomian daerah . Beberapa lagi bahkan sedikit ekstrim dalam penilaiannya dimana kelesuan ekonomi saat ini sebagai indikator gagalnya Pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sejahtera.

Selain menjadi topik utama dalam pembicaraan di tengah masyarakat, sulitnya ekonomi ini dapat juga di lihat diberbagai unggahan pengguna media sosial. Dimulai dari berbagai keluhan akan sulitnya ekonomi, minimnya pemasaran hasil produksi, jual beli tanah, bahkan menjamurnya unggahan jual beli rumah hunian mereka.

Seperti salah satu pengguna media sosial, dengan nama akun media sosial Tomi Alamsyah, yang mengunggah menjual rumah hunian miliknya.

Unggahan Pengguna media sosial yang menawarkan rumah huniannya kepada pembeli (Foto : Facebook-Saleh/RRI Ranai)

Hal yang sama juga di alami oleh pengguna mediasosial lainnya, dengan nama akun Sindy Geo. Dalam unggahannya Ia inggin menjual prabotan rumah miliknya.

Unggahan pengguna media sosial yang ingin menjual prabot rumah miliknya (Foto : Facebook-Saleh/ RRI Ranai)

Melemahnya perekonomian saat ini memang banyak dikaitkan dengan efisiensi anggaran yang harus diterima oleh berbagai lembaga instansi Pemerintah. Perekonomian masyarakat di Kabupaten Natuna sendiri hingga saat ini masih lebih banyak bertumpu pada berbagai program pembangunan melalui berbagai instansi Pemerintah.

Sebelum efisiensi yang diterapkan oleh Pemerintah, peredaran dan perputaran ekonomi di kabupaten natuna dapat dikatakan cukup lancar. Berbagai pembangunan menggeliat menyusuri wilayah Kabupaten hingga ke Desa-desa di Natuna. Hasil produksi usaha masyarakat meskipun dalam jumlah kecil pemasarannya, namun dinilai tidak sesulit ekonomi saat ini.

Demikian diungkapkan Maruji, Salah seorang buruh yang kesehariannya berprofesi sebagai pemecah batu di kawasan air raya Kelurahan Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur. Menurut Maruji, hampir setahun ini, program pembangunan yang membutuhkan hasil produksi bahan batu geranit sebagai material pembangunan infrastruktur, seperti rumah, Jalan, Drainase dan lainnya mati suri, tidak ada pembeli. Jika pun ada jauh dari harga pasaran.

Tumpukan hasil produksi batu geranit milik maruji (Foto : Saleh/ RRI Ranai)

“Untuk Saat ini, terkadang kami sebagai pemecah batu ini kurang bersemangat dalam bekerja, dikarenakan tidak adanya peminat hasil produksi batu kami ini”. Ungkap Maruji kepada tim liputan RRI.

Lemahnya perputaran ekonomi di Kabupaten Natuna kian hari dirasakan mengkhawatirkan banyak warga masyarakat khususnya dikalangan menengah kebawah. Menurunya daya beli masyarakat juga sebagai indikator dari sulitnya perkonomian hingga saat ini.

Berbagai Usaha Mikro Kecil dan Menegah UMKM juga merasakan imbasnya. Beranjak dari itu, tentu banyak harapan yang mungkin juga sulit terlontarkan agar muncul solusi dan tindakan nyata dari Pemerintah, demi terwujudnya masyarakat yang damai, aman dan sejahtera.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....