Dari Mikrofon ke Masyarakat
- 15 Mei 2025 10:43 WIB
- Ranai
KBRN,Ranai : Di antara deburan ombak Laut Natuna dan hembusan angin yang membawa aroma khas pesisir, mengalun sebuah suara yang familiar bagi ribuan telinga. Suara itu adalah milik bang Asparizan, seorang penyiar senior yang telah setia menemani pendengar Radio Republik Indonesia (RRI) Ranai sejak tahun 1998.
Lebih dari dua dekade, ia telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut nadi informasi dan hiburan di ujung utara Kepulauan Riau ini. Mengawali karirnya di RRI Ranai, sebuah stasiun radio yang menjadi jendela dunia bagi masyarakat Natuna.
Bang Fa, sapaan akrabnya hingga saat ini menyimpan semangat dan dedikasi bagi pendengar nya. Baginya, radio bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa.
Ia terpukau dengan kekuatan suara yang mampu menjangkau siaran RRI. Bahagia karena suaranya didengar masyaraka saát ia menyampaikan pesan, dan merangkai kebersamaan.
Waktu bergulir, pengalaman pun menempa, Asparizan tumbuh menjadi seorang penyiar yang matang dan berkarakter. Ciri khas suaranya yang hangat dan bersahabat, dipadu dengan pembawaan yang lugas dan informatif, membuatnya lekat di hati pendengar. Ia bukan hanya sekadar membacakan berita atau memandu acara musik, tetapi juga mampu membangun koneksi emosional dengan audiensnya.
"Radio itu seperti sahabat," ujarnya suatu ketika dalam sebuah perbincangan santai di sela-sela siaran. "Kita hadir di tengah kesibukan mereka, menemani saat suka maupun duka. Tugas seorang penyiar adalah menjadi jembatan, menyampaikan informasi dengan benar, dan memberikan hiburan yang positif."
Selama perjalanannya di RRI Ranai, Asparizan telah melewati berbagai dinamika dan perubahan. Dari era penggunaan kaset dan pemutar piringan hitam hinggaTransisi ke teknologi digital, ia terus beradaptasi dan mengembangkan diri. Ia menyaksikan bagaimana RRI Ranai bertransformasi menjadi lebih modern, namun tetap mempertahankan esensi sebagai media publik yang dekat dengan masyarakat.
Bagi rekan-rekan kerjanya, Asparizan adalah sosok senior yang patut dihormati dan dijadikan teladan. Ia tak segan berbagi ilmu dan pengalamannya kepada para penyiar muda, menanamkan nilai-nilai profesionalisme dan kecintaan pada dunia penyiaran.
"Bang Asparizan itu seperti ensiklopedia berjalan untuk RRI Ranai," kata salah seorang juniornya.
Beliau tahu banyak tentang sejarah stasiun ini dan selalu memberikan nasihat yang membangun." Tambahnya lagi.
Setelah lebih dari dua dekade mengabdikan diri di RRI Ranai, semangat Asparizan untuk terus berkarya tak pernah pudar. Ia masih setia menyapa pendengar, menyampaikan informasi terkini, dan menghibur dengan pilihan musik yang beragam. Suaranya telah menjadi bagian dari lanskap sonik Natuna, mengiringi aktivitas masyarakat di pagi hari.
Kisah Asparizan adalah cerminan dari loyalitas, dedikasi, dan cinta terhadap profesi. Ia adalah bukti bahwa seorang penyiar radio bukan hanya sekadar pengisi suara, tetapi juga pembangun jembatan komunikasi dan perekat sosial. Di RRI Ranai, namanya akan terus dikenang sebagai salah satu pilar yang telah mengukir jejak suara di angkasa Natuna, menemani setiap langkah pendengarnya dengan setia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....