Ramadan, Masjid, dan Peran Generasi Muda di Natuna

  • 28 Feb 2026 10:20 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID. Natuna-Bulan Ramadan selalu hadir membawa suasana yang berbeda. Bulan penuh rahmat dan ampunan ini menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah, karena setiap kebaikan dilipatgandakan ganjarannya. Di tengah kekhusyukan Ramadan 1447 Hijriah, masjid kembali diharapkan menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus pembinaan umat, khususnya bagi generasi muda.

Di Kabupaten Natuna, semangat tersebut digaungkan langsung oleh Kepala Kementerian Agama Kabupaten Natuna, Subadi. Ia mengajak seluruh pengurus masjid untuk lebih aktif melibatkan anak-anak, remaja, hingga mahasiswa dalam berbagai aktivitas keagamaan selama bulan suci. Menurutnya, masjid tidak boleh hanya dipenuhi oleh jamaah usia lanjut, tetapi juga harus menjadi ruang yang ramah dan inklusif bagi generasi penerus.

“Masjid harus kita hidupkan bersama. Libatkan pemuda dan remaja, beri mereka ruang untuk berkontribusi. Dengan begitu, syiar Islam akan semakin terasa dan berkelanjutan,” ujar Subadi, Minggu (22/2/2026). Ia menegaskan, pembinaan sejak usia dini akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap masjid sekaligus memperkuat karakter keislaman generasi muda.

Subadi menjelaskan, remaja tingkat SMA sederajat hingga mahasiswa dapat diberdayakan melalui berbagai kegiatan positif, seperti penyuluhan keagamaan, diskusi keislaman, serta pembinaan teman sebaya yang relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Interaksi yang terbangun di masjid diyakini mampu membentuk lingkungan yang sehat, religius, dan penuh nilai kebersamaan.

Masjid, lanjutnya, idealnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga sebagai pusat pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Dengan keterlibatan aktif generasi muda, suasana masjid selama Ramadan diharapkan menjadi lebih dinamis, hidup, dan penuh inspirasi.

Semangat tersebut sejalan dengan kegiatan yang dilakukan mahasiswa STAI Natuna melalui Lembaga Dakwah Kampus STAI Natuna. Selama Ramadan, LDK STAI Natuna kembali menghadirkan program syiar keagamaan sebagai sarana pembinaan kader dan dakwah kreatif yang menyasar masyarakat luas, termasuk melalui media digital.

Ketua LDK STAI Natuna, Meki Axdila Al Islami, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih kader agar mampu berbicara di depan publik dan menyampaikan pesan-pesan kebaikan secara terstruktur dan percaya diri. Menurutnya, dakwah melalui media sosial menjadi langkah awal untuk membangun keberanian, pemahaman materi, serta penguasaan intonasi sebelum terjun langsung di tengah masyarakat.

“Harapannya, apa yang disampaikan kader LDK bisa bermanfaat bagi banyak orang. Dari latihan lewat media sosial, mereka belajar memahami materi dan menyampaikannya dengan baik, sehingga ketika tampil di depan orang ramai, tidak lagi terbata-bata,” ujarnya Sabtu 28 Februari 2026.

Melalui kolaborasi antara pengurus masjid, tokoh agama, dan kalangan muda, Ramadan di Natuna diharapkan tidak hanya menjadi bulan ibadah personal, tetapi juga momentum pembinaan generasi yang mencintai masjid, agama, dan nilai-nilai kebaikan sejak dini.

Rekomendasi Berita