Bahan Baku Ikan Salai Menipis

  • 24 Nov 2025 12:18 WIB
  •  Ranai

KBRN,Ranai: Pelaku UMKM ikan asap atau salai di Desa Limau Manis saat ini tengah menghadapi kendala serius terkait ketersediaan bahan baku. Minimnya pasokan ikan basah sangat dirasakan terutama ketika memasuki musim utara, di mana aktivitas melaut para nelayan menjadi terbatas akibat cuaca ekstrem.

Johar, salah satu pelaku usaha ikan asap di desa tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi ini hampir terjadi setiap tahun. Menurutnya, pasokan ikan basah yang biasanya mudah diperoleh mendadak sulit didapat ketika angin utara mulai bertiup kencang.

Ia menjelaskan bahwa selain langkanya bahan baku, harga ikan basah juga melonjak cukup signifikan. Kenaikan harga ini secara otomatis berdampak pada biaya produksi, yang kemudian mempengaruhi harga jual ikan salai di pasaran.

“Kalau musim utara, bahan baku sangat susah. Kalau pun ada, harganya naik. Ini tentu mempengaruhi harga jual ikan salai,” ujar Johar Senin(24/11/2025).

Di tengah tekanan tersebut, pelaku UMKM seperti Johar tetap berupaya menjaga kelangsungan usaha agar produksi tidak berhenti total. Ia menyebut bahwa terkadang harus mengambil stok dari luar daerah meski dengan harga yang lebih tinggi.

Namun langkah itu tentu tidak bisa dilakukan terus-menerus karena berdampak pada margin keuntungan. Johar berharap ke depan ada dukungan atau solusi dari pihak terkait untuk membantu pelaku UMKM tetap bertahan di musim sulit.

Meski menghadapi tantangan, Johar tetap optimis usahanya bisa terus berjalan. Ia menegaskan bahwa permintaan terhadap ikan salai masih stabil, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah ketersediaan bahan baku yang lebih terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....