Musim Utara Berakhir "Panen Raya" Ikan Tamban
- 26 Feb 2026 12:13 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID-Natuna-Seiring dengan mulai melandainya tiupan angin Musim Utara, para nelayan di wilayah pesisir kini tengah bersukacita. Fenomena tahunan ini kembali membawa berkah berupa melimpahnya tangkapan ikan tamban yang memenuhi jaring-jaring nelayan sejak sepekan terakhir.
Kondisi laut yang mulai tenang di penghujung Februari ini memungkinkan nelayan tradisional untuk melaut lebih jauh dan menebar jaring lebih sering. Berikut adalah rangkapan situasi di lapangan:
Fenomena "Lautan Perak"
Ikan tamban, yang dikenal sebagai salah satu komoditas utama masyarakat pesisir, muncul dalam jumlah besar (schooling) saat transisi cuaca. Di beberapa pelabuhan bongkar muat, pemandangan bak "lautan perak" terlihat jelas saat keranjang-keranjang penuh ikan tamban dinaikkan dari kapal.
- Lokasi Utama: Area pesisir Kepulauan Riau, Bangka Belitung, dan sebagian pesisir Kalimantan.
- Volume Tangkapan: Meningkat hingga 300% dibandingkan puncak musim utara bulan lalu.
- Harga Pasar: Karena stok melimpah, harga di tingkat nelayan cenderung turun, menjadikannya berkah bagi ibu rumah tangga dan pengusaha ikan asin.
Dampak Ekonomi Lokal
Melimpahnya ikan tamban tidak hanya menguntungkan nelayan, tetapi juga menghidupkan kembali industri rumahan.
- Produksi Ikan Asin & Salai: Sentra pengolahan mulai mengepulkan asap dan menjemur ikan dalam skala besar.
- Bahan Baku Kerupuk: Industri kerupuk dan pempek mendapatkan pasokan bahan baku segar dengan harga yang sangat kompetitif.
- Sektor Kuliner: Warung-warung makan lokal mulai kembali menyajikan menu "Tamban Bakar" atau "Tamban Masak Asam Pedas" sebagai menu spesial.
Kutipan Nelayan
"Alhamdulillah, angin sudah mulai bersahabat. Sekali tarik jaring, perahu bisa penuh. Walaupun harga sedikit turun karena barang banyak, yang penting solar tertutupi dan dapur tetap ngepul," ujar Pak Syamsul, salah satu nelayan lokal.
Meskipun tangkapan melimpah, para ahli kelautan tetap menghimbau nelayan untuk memperhatikan keberlanjutan ekosistem dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak, agar "panen raya" ini tetap bisa dirasakan di tahun-tahun mendatang
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....