Harga Subsidi "Minyak Kita" di Natuna Melebihi HET, Ini Penyebabnya

  • 11 Mar 2025 13:07 WIB
  •  Ranai

KBRN,Rana: Harga minyak goreng subsidi merk "Minyak Kita" di wilayah Natuna tidak dapat dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan Pemerintah. Hal ini disebabkan oleh tingginya biaya transportasi dan handling yang harus diperhitungkan oleh pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disprindagkopum) Natuna, Marwan Syahputra, menjelaskan bahwa pedagang eceran di Natuna mendapatkan pasokan minyak goreng dari distributor di luar daerah. Dengan kondisi geografis Natuna yang jauh menyebabkan adanya tambahan biaya distribusi yang berdampak pada harga jual di tingkat pengecer.

"Pedagang di Natuna mengambil minyak dari distributor luar daerah, sehingga harganya menjadi lebih tinggi dari HET. Namun, jika dihitung dari biaya transportasi dan handling, harga tersebut masih dalam batas kewajaran," ujar Marwan, Selasa (11/3/2025).

Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan HET untuk minyak goreng subsidi "Minyak Kita" sebesar Rp14.000 per liter. Namun, di beberapa daerah seperti di halnya Natuna, harga di tingkat pengecer bisa lebih tinggi karena faktor logistik.

Marwan menambahkan akan terus memantau kondisi harga di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak pihak terkait untuk memastikan minyak goreng subsidi tetap tersedia bagi masyarakat dengan harga yang tidak memberatkan.

"Yang terpenting adalah pasokan tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan di pasaran," tutupnya.

Pemerintah daerah berharap ada solusi dari pihak terkait untuk menekan biaya distribusi agar masyarakat Natuna bisa mendapatkan minyak goreng subsidi dengan harga yang lebih terjangkau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....