Status Tanggap Darurat Berakhir, Natuna Masuki Masa Siaga Darurat hingga 30 April

  • 03 Apr 2026 16:25 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna - Status tanggap darurat bencana cuaca ekstrem, kekeringan, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Natuna resmi berakhir pada 1 April 2026. Pemerintah daerah menetapkan status siaga darurat sebagai langkah lanjutan mengantisipasi potensi bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Natuna, Raja Darmika, menjelaskan bahwa status tanggap darurat sebelumnya berlaku sejak 26 Maret hingga 1 April 2026. Penetapan itu merupakan respons terhadap kondisi cuaca ekstrem yang memicu kekeringan.

Karhutla di Natuna

“Status tanggap darurat berakhir per 1 April dan saat ini ditetapkan siaga darurat hingga 30 April 2026 untuk mengantisipasi potensi bencana,” ujar Raja Darmika, Jumat 3 April 2026.

Raja Darmika juga menyatakan bahwa Kondisi cuaca ekstrem tidak hanya menyebabkan kekeringan, tetapi juga meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. Dampak tersebut dirasakan pada lingkungan serta aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Natuna.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah daerah dikatakan Raja Darmika juga telah menggelar rapat evaluasi bersama Bupati Natuna dan Forkopimda pada 1 April 2026 lalu, Rapat tersebut membahas perkembangan situasi serta langkah penanganan lanjutan.

“ Dengan ditetapkannya status siaga darurat, pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan meningkatkan kewaspadaan, dan sebagai informasi ya juga hujan baru terjadi di wilayah Batubi dan Sedarat Baru, sementara daerah lainnya masih terus dipantau perkembangannya,” Ujarnya.

Proses pemadaman Karhutla dengan water bombimb

Upaya penanggulangan karhutla di Natuna dilakukan melalui patroli udara dan operasi modifikasi cuaca menggunakan pesawat, serta water bombing oleh helikopter. Sebelumnya, pesawat telah tiba sejak 29 Maret dan helikopter pada 30 Maret, dengan seluruh operasi mulai dilaksanakan sejak 31 Maret hingga saat ini, dan pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana di Natuna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....