Kelapa Bulat Natuna dikirim ke Tanjungpinang Capai 148,89 Ton

  • 17 Feb 2026 11:54 WIB
  •  Ranai

RRI.CO.ID, Natuna – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, kebutuhan bahan pangan masyarakat mengalami peningkatan, termasuk permintaan kelapa bulat. Komoditas perkebunan andalan Natuna ini dikirim ke berbagai daerah guna memenuhi kebutuhan pasar.

Kelapa bulat atau cocos nucifera menjadi salah satu potensi unggulan daerah dengan nilai ekonomi menjanjikan. Tingginya permintaan membuat komoditas ini dipasarkan ke luar daerah, salah satunya ke Tanjungpinang.

Pengiriman dilakukan setelah melalui proses pemeriksaan dan pengawasan oleh Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Kepulauan Riau melalui wilayah kerja Natuna. Komoditas tersebut diberangkatkan menggunakan kapal yang sandar di Pelabuhan Penagi.

Kepala Karantina Kepri Hasim

Kepala Karantina Kepri Hasim menyampaikan sebanyak 148,89 ton kelapa bulat atau dikenal sebagai kelapa jambul telah dikirim setelah diterbitkannya Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3).

“Sebanyak 148,89 ton kelapa bulat atau dikenal dengan kelapa jambul akhirnya dapat dikirim setelah diterbitkan Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area (KT-3),” ujarnya.

Ia menjelaskan setiap media pembawa, baik hewan, ikan, tumbuhan maupun produk turunannya, wajib dilengkapi sertifikat kesehatan. Hal tersebut bertujuan mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit karantina.

Sertifikasi juga memberikan jaminan keamanan dan mutu sebelum komoditas dikonsumsi masyarakat atau diproses lebih lanjut di industri pengolahan. Prosedur ini menjadi bagian penting dalam perlindungan sumber daya hayati.

Karantina Kepri menegaskan komitmennya mendorong potensi daerah agar mampu menembus pasar domestik. Perdagangan kelapa bulat ini dinilai menjadi bukti hasil pertanian Natuna mampu bersaing dengan daerah lain.

Sementara itu, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Natuna Karantina Kepulauan Riau Iwan Setiawan mengajak masyarakat mendukung peningkatan ekonomi dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

“ Mari kepada masyarakat Natuna guna peningkatan ekonomi tetap menjaga keberkelanjutan sumber daya alam baik sektor pertanian, peternakan dan perikanan dengan arif dan mendapatkan jaminan kesehatan dan mutu dari otoritas karantina,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....