Kebakaran Lahan Kosong di Bunguran Batubi Berhasil Dipadamkan
- 02 Sep 2026 05:49 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID. Natuna :Kebakaran lahan kosong terjadi di kawasan Jalan Poros Sedarat Baru–Gunung Putri, Desa Sedarat Baru, Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna, Senin , 1 September 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Mendapat informasi tersebut, personel Polsek Bunguran Barat bersama jajaran Bhabinkamtibmas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan dan memastikan api tidak meluas.
Proses pemadaman melibatkan petugas gabungan dari Polres Natuna, Damkar Kabupaten Natuna, BPBD Natuna serta masyarakat setempat yang turut membantu upaya pemadaman. Sejumlah sarana dikerahkan dalam proses tersebut, di antaranya satu unit mobil Damkar Polres Natuna, satu unit mobil Damkar Kabupaten Natuna, satu unit mobil pikap pengangkut air dan satu unit mobil BPBD.
Selain itu, masyarakat juga menggunakan peralatan pemadaman api secara swadaya . Mereka ikut membantu petugas mengendalikan api di sejumlah titik lahan yang terbakar.
Kapolsek Bunguran Barat Iptu Raja Oloan Purba bersama personel turut berada di lokasi untuk memastikan proses pemadaman berjalan dengan baik sekaligus melakukan pengecekan terhadap kondisi lahan. Kepala Desa Sedarat Baru, Gunawan, turut memberikan keterangan kepada petugas mengenai kondisi di sekitar lokasi kejadian dan situasi saat kebakaran berlangsung.
Setelah dilakukan pemadaman secara bersama-sama, api akhirnya berhasil dipadamkan dan tidak sampai meluas ke kawasan lainnya. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan karena kondisi angin serta bara yang masih tersisa di sejumlah titik berpotensi memunculkan kembali api.
Petugas memastikan proses pendinginan dan pemantauan dilakukan untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan. Pemantaua terutama di kawasan lahan yang masih dalam kondisi kering.
Kapolsek Bunguran Barat Iptu Raja Oloan Purba mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca yang kering dan mudah memicu api.
“Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, kami tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api akibat angin maupun bara yang masih tersisa,” ujar Iptu Raja Oloan Purba.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Hal ini termasuk pembakaran terbuka yang dilakukan sembarangan di kawasan lahan kering.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas akan melakukan pengumpulan informasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui sumber awal munculnya api. Penanganan cepat dan kolaborasi antara kepolisian, petugas pemadam kebakaran, BPBD dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas serta menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat di sekitar lokasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....