Data Luasan Karhutla Natuna Mengacu Pengukuran Kehutanan
- 31 Agt 2026 13:17 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna – Data luasan lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kabupaten Natuna perlu mengacu pada hasil pengukuran instansi yang memiliki kewenangan di bidang kehutanan. Pengukuran tersebut diperlukan agar data luas kawasan yang terbakar dapat disajikan secara akurat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Natuna, Raja Darmika, mengatakan kewenangan kawasan hutan berada di bawah Kementerian Kehutanan. Raja Darmika kepada RRI, Senin 31 Agustus 2026, mengatakan Dinas Kehutanan Provinsi serta Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi atau KPHP di daerah juga memiliki peran dalam pengelolaan kawasan kehutanan.
“Untuk data luasan lahan yang terbakar, tentunya perlu mengacu kepada hasil pengukuran dari instansi yang memang memiliki kewenangan di bidang kehutanan. Karena kawasan hutan ini berada di bawah kewenangan Kementerian Kehutanan, termasuk Dinas Kehutanan Provinsi dan KPHP di daerah.” Ia menilai pendataan berdasarkan pengukuran tersebut akan memberikan gambaran yang lebih tepat.
Raja menjelaskan, BPBD memiliki tugas dalam penanganan kejadian bencana, termasuk membantu proses pemadaman ketika terjadi Karhutla. Namun, untuk menentukan secara pasti luasan kawasan hutan yang terdampak kebakaran diperlukan pengukuran oleh pihak yang memiliki kewenangan teknis.
Menurutnya, ketepatan data menjadi penting dalam melihat kondisi Karhutla di Kabupaten Natuna. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus mendukung langkah penanganan dan pencegahan pada wilayah yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.
Raja mengatakan upaya pencegahan dan penanganan Karhutla tetap dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai unsur. Pemerintah daerah bersama aparat dan pihak terkait terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah munculnya titik api. Warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
BPBD Natuna mengajak seluruh pihak memperkuat koordinasi dalam menghadapi potensi Karhutla. Pencegahan sejak dini serta penyampaian informasi secara cepat diharapkan dapat membantu mengurangi dampak kebakaran di wilayah Natuna.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....