Bupati Sijunjung Hadiri Acara Bakaua Adat Nagari Silokek
- 03 Mei 2024 17:18 WIB
- Padang
KBRN,Padang: Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menghadiri acara Bakaua Adat di Nagari Silokek, Kecamatan Sijunjung, Jumat (3/5/2024). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Baitul Makmur Nagari setempat.
Turut hadir kepala OPD, Unsur Pemerintah Kecamatan, Wali Nagari dan seluruh Perangkatnya, Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang serta masyarakat setempat.
Bupati Sijunjung dalam arahannya berharap kegiatan ini dapat memperkuat silaturrahmi masyarakat silokek. Ia mengatakan, kegiatan Bakaua Adat adalah salah satu kegiatan budaya yang harus dijaga dan ditingkatkan serta dilestarikan. Dimana, kegiatan ini termasuk salah satu penunjang pariwisata Geopark Silokek yang tahun ini akan di perjuangkan kembali untuk masuk menjadi Unesco Global Geopark.
Bentuk keseriusan dalam pembangunan Silokek, Pemkab Sijunjung saat ini sedang gencar melaksanakan kegiatan yang terintegrasi dengan seluruh perangkat daerah. Selain itu juga berkolaborasi dengan berbagai pihak, dalam menjalankan arah kebijakan pembangunan kabupaten Sijunjung tahun 2022-2026 mendatang dengan tema “Integrasi Geopark Ranah Minang Silokek secara lintas sektoral dan wilayah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan”.
“Tema pembangunan ini ditetapkan dalam upaya Geopark Nasional Ranah Minang Silokek menuju Unesco Global Geopark (UGGp). Dengan tema ini kita berharap dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sijunjung melalui kunjungan wisatawan serta meningkatkan jasa transportasi dan akomodasi,” kata Benny.
Benny berpesan agar semua pihak menjaga keindahan alam yang Silokek. “Mudahan-mudahan keindahan alam ini keindahan alam membawa keberkahan dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Penjabat Wali Nagari Silokek Novdel Fendri Melva Putra mengapresiasi kehadiran bupati di acara alek nagari ini. “Kami terimaksih atas bantuan bapak Bupati dalam memprioritaskan Nagari silokek dalam pembangunan. Kemudian dalam pengembanagan sumber daya alam dan Sumber daya manusia,” ujarnya.
Pemuka Adat Mayarman Dt. Kali Bandaro menjelaskan, kegiatan ini rutin kita laksanakan sekali dalam satu tahun seblum memulai kesawah. “Tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyang dulunya, artinya tradisi ini sudah menjadi adat salingka nagari,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....