Rel Kereta Sumbar Jadi Penguat Konektivitas Pulau Sumatra Masa Depan
- 24 Jul 2026 00:05 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sejarah panjang perkeretaapian di Sumatera Barat dinilai menjadi modal penting dalam mendukung penguatan konektivitas transportasi di Pulau Sumatra. Jalur rel yang dibangun sejak masa kolonial kini tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga tetap berperan melayani mobilitas masyarakat menuju sekolah, tempat kerja, bandara, pusat ekonomi, dan destinasi wisata.
Kepala Humas KAI Sumbar, Reza Shahab mengatakan pada masa awal pembangunannya, jalur kereta api difungsikan untuk menghubungkan tambang batu bara Ombilin dengan Pelabuhan Emmahaven atau Teluk Bayur. Seiring perkembangannya, jaringan rel menghubungkan Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh hingga Sawahlunto sehingga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya di berbagai wilayah Sumatera Barat.
Ia menyampaikan saat ini KAI Divre II Sumbar mengelola jaringan rel sepanjang 312,232 kilometer spoor yang terdiri dari 110,910 kilometer jalur aktif dan 201,322 kilometer jalur nonaktif. Operasional didukung 20 stasiun dan shelter penumpang, empat stasiun angkutan barang, serta layanan KA Pariaman Ekspres, KA Minangkabau Ekspres, KA Lembah Anai, dan angkutan logistik semen serta klinker relasi Indarung–Bukit Putus," ucapnya, Selasa, 21 Juli 2026.
"Kinerja angkutan kereta api di Sumatera Barat juga terus menunjukkan tren positif sepanjang Semester I 2026. KAI Divre II Sumatera Barat melayani 1.140.586 pelanggan dan mengangkut 556.465 ton barang, sementara jumlah pelanggan dalam lima tahun terakhir meningkat sekitar 81 persen, dari 1,09 juta orang pada 2021 menjadi 1.978.241 pelanggan pada 2025," ucapnya, Selasa, 21 Juli 2026.
Bagi Reza, sejarah panjang perkeretaapian di Sumatera Barat menjadi fondasi kuat dalam mendukung pengembangan konektivitas Pulau Sumatra. "Perkeretaapian di Sumatera Barat memiliki nilai strategis, tidak hanya dari sisi sejarah, tetapi juga manfaat yang terus dirasakan masyarakat karena mendukung mobilitas harian, sektor pariwisata, distribusi logistik, hingga akses menuju bandara," ujarnya.
Reza menambahkan, peningkatan jumlah pelanggan dan angkutan barang menunjukkan semakin besarnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi berbasis rel. Jika pengembangan maupun reaktivasi jalur dapat direalisasikan secara bertahap sesuai rencana pemerintah, kereta api akan semakin berperan dalam memperkuat konektivitas antardaerah, meningkatkan efisiensi logistik, memperluas akses wisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.
"KAI Divre II Sumatera Barat menilai potensi pengembangan jaringan rel masih terbuka lebar, terutama dengan dukungan sektor pariwisata di berbagai daerah seperti Bukittinggi, Padang Panjang, Sawahlunto, dan Danau Singkarak. Jalur nonaktif seperti Naras–Sungai Limau, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi, hingga Solok–Muaro Kalaban juga menjadi peluang untuk memperkuat konektivitas perkeretaapian yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di Pulau Sumatra," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....