Alih Fungsi Lahan Bekas Tambang Menjadi Destinasi Wisata Produktif

  • 30 Apr 2026 16:27 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Alih fungsi lahan bekas tambang di Sumatera Barat bukan sekadar upaya penghijauan kembali, melainkan sebuah transformasi ekonomi dan ekologi yang bijak. Layaknya lahan bekas tambang yang disulap menjadi destinasi wisata produktif yang bernilai tinggi.

Pengamat Lingkungan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Indang Dewata menekankan, proses tersebut merupakan kewajiban moral sekaligus peluang yang menjanjikan. Sawahlunto menjadi salah satu contoh nyata bagaimana warisan tambang batu bara tidak dibiarkan menjadi monumen kegagalan lingkungan, melainkan aset yang menghidupkan kembali denyut ekonomi warga lokal.

Prof Indang Dewata menjelaskan, reklamasi bukan hanya soal menanam pohon, tapi bagaimana mengembalikan fungsi ekosistem agar bisa memberi manfaat bagi manusia dan alam secara berdampingan Ia juga menyebutkan, tangan-tangan kreatif dengan visi keberlanjutan telah mengubah jejak kolonial dan lubang tambang menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara dan domestik yang mencakup kegiatan geowisata dan edukasi, pertanian produktif dan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Transformasi yang dilakukan tentu menuntut komitmen kolektif yang melibatkan pemerintah, akademisi dan masyarakat adat pemilik ulayat,” ujarnya, Rabu, 29 April 2026.

Alih fungsi lahan menurutnya bukan sekadar menutupi luka bumi dengan taman bunga, namun memastikan bumi yang diperas hasilnya, kini diberi kesempatan untuk bernapas kembali dan memberi penghidupan bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....