Kota Padang Kebut Tahapan menuju Kota Gastronomi UNESCO
- 29 Mar 2026 17:22 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Kota Padang dalam jalur positif menggapai predikat kota gastronomi pertama di Indonesia dari UNESCO. Dewan Pakar Indonesia Creative Cities Network (ICCN) dan Penyusun Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), Satria Haris kepada RRI mengatakan, Kota Padang telah menuntaskan 2 dari 7 tahapan krusial yang dipersyaratkan Pusat Pelestari Kebudayaan Dunia tersebut.
Satria menjelaskan, Kota Padang telah menyelesaikan dokumen adendum Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia dan selangkah lagi meraih predikat kota kuliner nusantara dari Kementerian Ekonomi Kreatif. “Saat ini tahapan yang sedang berjalan adalah penyusunan road map yang terintegrasi dengan seluruh komponen hexahelix,” ujarnya, Sabtu, 28 Maret 2026.
Menurutnya, dengan penyusunan road map atau peta jalan kota gastronomi yang sedang berjalan, sebagai basis penilaian 10 besar kota kreatif Indonesia oleh UNESCO, Kota Padang berpeluang terpilih mewakili Indonesia di jejaring kota kreatif dunia. “Karena hanya dua kabupaten/kota yang bisa mewakili Indonesia ke UNESCO. Namun, secara teknis kami siap melalui tahapan yang ada, baik secara dokumen maupun penilaian,” ujarnya.
Satria mengungkapkan, jauh hari sebelum peluang pengakuan dunia sebagai kota gastronomi, Kota Padang secara alami sudah menancapkan diri sebagai kota kuliner di Indonesia. “Bisa dilihat dari dari data Dinas Perdagangan, 40 persen usaha di Kota Padang ini bergerak di bidang kuliner. Dengan data tersebut, sejak 2018 industri kuliner di kota ini bahkan menyerap sebagian besar tenaga kerja bahkan investor juga tertarik mengembangkannya,” kata Satria.
Sementara itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Wahendra membenarkan, mengambil salah satu makanan tradisional yang mendunia seperti Rendang, bahkan mendapat pengakuan oleh media internasional sebagai makanan terlezat. “Kota Padang merupakan pintu gerbang pertama masuknya wisatawan ke Sumbar, kami bersama pemerintah kota mendukung persiapan regulasi yang matang, termasuk ekosistem kuliner halal,” ujarnya.
Menurut Wahendra, saat ini peta pariwisata khususnya di Kota Padang perlu segera disusun. “Ini juga penting sebagai dasar penyusunan peta jalan Padang sebagai Kota Gastronomi,” katanya.
Sementara itu, dukungan pemengaruh daring dari berbagai konten tinjauan makanan dan kuliner yang berseliweran di berbagai media sosial semakin menguatkan identitas Kota Padang sebagai kota gastronomi. “Secara alami peran influencer dalam konsep hexahelix turut berperan besar dalam menyukseskan branding itu,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....