Ombilin Sawahlunto, Warisan Fisik dan Kemanusiaan

  • 20 Agt 2025 06:42 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Direktur Promosi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Undri, SS, M.Si, menegaskan bahwa warisan budaya Indonesia tidak hanya berupa benda (tangible heritage) tetapi juga nilai-nilai tak benda (intangible heritage). Ombilin Sawahlunto menjadi unik karena selain peninggalan fisik berupa tambang dan infrastruktur kereta api, terdapat pula warisan kemanusiaan yang tercipta dari keberagaman etnis dan budaya masyarakat yang datang untuk bekerja di kawasan tambang sejak masa kolonial Belanda.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan situs warisan dunia merupakan bagian penting dari tanggung jawab bangsa, khususnya setelah UNESCO menetapkan tambang batubara Ombilin Sawahlunto sebagai Warisan Dunia pada 6 Juli 2019.

Tambang Ombilin pertama kali ditemukan pada tahun 1898 oleh insinyur Belanda, Willem Hendrik de Greve. Kawasan ini kemudian berkembang menjadi pusat pertambangan yang menghadirkan masyarakat dari berbagai etnis seperti Minangkabau, Jawa, Sunda, Batak, Tionghoa, hingga Bugis. Interaksi tersebut menciptakan keragaman budaya dan narasi sosial yang memperkaya identitas Sawahlunto.

“Keberadaan Ombilin bukan hanya tentang batubara sebagai benda, tetapi juga tentang cerita kemanusiaan, keragaman, dan nilai universal yang hidup di masyarakat. Inilah yang membuatnya layak ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO,” jelas Undri.

Selain Kota Sawahlunto, status warisan dunia ini juga melingkupi tujuh daerah lain di Sumatera Barat, yakni Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Solok, dan Kabupaten Solok. Jejak pertambangan dan jaringan rel kereta api bersejarah yang berujung di Pelabuhan Teluk Bayur menjadi bukti keterhubungan wilayah tersebut.

Warisan Ombilin Sawahlunto masuk dalam kerangka Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Nilai-nilai yang terkandung tidak hanya berupa peninggalan fisik, tetapi juga tradisi lisan, manuskrip, kesenian, hingga kearifan lokal dari masyarakat tambang.

Undri menambahkan, dengan pengelolaan yang tepat, Ombilin Sawahlunto dapat menjadi contoh pengelolaan situs warisan dunia yang tidak hanya menonjolkan fisik, melainkan juga narasi kemanusiaan yang menyertainya. Ombilin Sawahlunto menjadi bukti bahwa warisan budaya adalah perpaduan antara sejarah, identitas, dan keberagaman yang harus dijaga untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....