Wellness Tourism Diusulkan Jadi Andalan Baru Sumbar

  • 16 Jul 2025 11:03 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang: Ketua Umum DPP Indonesia Homestay Association (IHSA), Hentje Alvy Pongoh menyarankan pengembangan pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) ke arah wellness tourism atau wisata kesehatan fisik, mental dan spiritual. Sebab Sumbar memiliki modal cukup untuk menggaet minat wisatawan segmen wellness tourism.

“Sumbar wisata alam, wisata sejarah, seni dan budaya, serta kearifan lokal. Itu semua menjadi modal yang sangat cukup untuk memancing wisatawan wellnes tourism,” ujarnya dalam dialog di Pro 4 RRI Padang, Rabu (16/7/2025).

Menurut Hentje, wellnes tourism merupakan pasar yang bisa dimanfaatkan untuk mendatangkan pendapatan bagi masyarakat Sumbar. Mengingat, global wellnest tourism market pada 2022 mencapai 814 miliar dollar Amerika Serikat. Kemudian diproyeksikan bisa mencapai 2.100 miliar dollar pada 2030.

“Pasar wellness tourism sangat besar. Wisata yang sehat di Indonesia sedang dalam fase pertumbuhan dan perkembangan. Sumbar saya rasa harus segera menyasar segmen ini juga,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Riset Kearifan Lokal Universitas Negeri Padang, Wirdanengsih mengatakan, kearifan lokal di Sumbar bisa disuguhkan masuk dalam paket bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumbar. Apalagi kearifan lokal yang di Minangkabau juga bermuara pada kesehatan fisik, mental, dan spiritual.

“Misalnya paket wisata sehari di Rumah Gadang. Bangun pagi ke surau, lalu ikut aktivitas masyarakat di sawah, mandi di kolam atau sungai. Ikut memasak makanan sehat ala Minangkabau yang semuanya serba dikukus atau diuwok. Ditambah lagi belajar silek, ini sudah masuk ke wellnes tourism,” tuturnya.

Wellness tourism, menurut Wirdanengsih sudah harus ditawarkan oleh pengelola, agen perjalanan pariwisata di Sumbar. Kemudian juga oleh pelaku homestay yang lokasinya memang lebih dekat destinasi wisata tujuan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....