Pelaku UMKM Perlu Tahu Tentang Keamanan Digital
- 05 Agt 2024 14:35 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Serangan siber saat ini merupakan ancaman nyata bagi orang-orang yang selalu terkoneksi dengan jaringan digital. Bahkan, hal ini juga sangat rentan bagi pelaku usaha khususnya UMKM.
Pelaku UMKM saat ini tentu butuh pemahaman dan pengetahuan tentang digitalisasi khususnya di bidang ekonomi seperti digital marketing untuk bisa meningkatkan pendapatan usaha. Namun, ancaman serangan siber terhadap pelaku UMKM juga tampak nyata.
Untuk itu, pelaku UMKM perlu memahami tentang salah satu pilar digitalisasi yaitu keamanan digital. Hal ini agar pelaku UMKM bisa secara mandiri menjaga keamanan digital usahanya.
Berikut beberapa hal yang penting dipahami dan dikuasai pelaku UMKM agar keamanan digital usahanya tetap terjaga baik :
1. Password Harus Unik dan Kuat
Gunakan kombinasi huruf besar, huruf kecil, angka serta simbol dalam pembuatan password baik di e-mail usaha, akun medsos usaha atau pribadi, serta platform jual beli yang digunakan. Untuk saat ini, jumlah karakter password yang disarankan adalah minimal 15 karakter sudah termasuk simbol.
Jangan pernah menggunakan sandi yang sama untuk banyak akun. Selain itu, rutin lah untuk mengganti kata sandi dari akun-akun yang dimiliki agar mengurangi risiko peretasan.
2. Menerapkan Langkah Autentifikasi
Autentifiskasi adalah konsep yang penting untuk memastikan bahwa baik penjual ataupun juga pelanggan pada situs e-commerce merupakan individu yang sah serta dapat membuktikan identitas mereka.
Alangkah lebih baik lagi, apabila autentifikasi yang digunakan adalah autentifikasi dua langkah. Dalam metode ini, keamanan akun akan menjadi lebih ekstra, karena selain harus memasukkan password, tapi juga harus memasukkan kode unik tambahan yang dikirim ke nomor ponsel.
3. Jangan Asal Klik Link
Saat ini, banyak sekali link-link yang tidak dikenal dikirimkan secara acak baik itu ke ponsel ataupun ke email. Jika tidak yakin dengan link yang dikirimkan, lebih baik mencurigainya dan jangan pernah diklik linknya.
Link tersebut bisa berupa malware dan bisa melakukan peretasan terhadap akun yang dimiliki jika di klik. Selain itu juga perlu waspada terhadap pemanfaatan layanan Wifi gratisan.
Biasanya layanan wifi yang aman adalah wifi yang menggunakan password untuk dapat mengaksesnya. Akan lebih baik tidak menggunakan wifi gratisan tanpa meminta password
4. Rahasiakan Data Pribadi
Jangan pernah membagikan tentang data-data pribadi seperti Nomor Induk Kependududkan (NIK), foto dalam NIK, halaman buku pasport, alamat rumah atau nomor kontak pribadi. Jenis data-data ini merupakan syarat untuk para peretas mengaktifkan akun yang diretas.
Kemudian jangan juga mempublikasikannya dalam bentuk apapun, baik itu postingan instagram, tiktok atau sosial media lainnya. Karena jika hal itu dilakukan, maka data-data yang terdapat dalam postingan tersebut bisa sebagai sarana untuk mendapatkan informasi pribadi sehingga mudah untuk diretas.
5. Beri Batasan Akses
Salah satu tips dalam keamanan digital adalah memberikan batasan akses. Hal ini perlu dilakukan, agar tidak semua orang bisa mengakses akun yang dimiliki usaha sehingga jadi lebih terkontrol.
Berikan akses akun kepada orang-orang yang memang kita percaya sehingga kontrol terhadap manajemen usaha jadi lebih baik lagi
6. Gunakan VPN dan selalu Updates versi softwae
Dalam usaha meningkatkan keamanan saat menggunakan internet, VPN membantu menyembunyikan identitas perangkat.
7. Selaku lakukan back up data
Lakukanlah back up data untuk menyimpan data-data penting secara digital sehingga pada saat membutuhkan, kita tinggal membuka file dari backup data yang sudah disimpan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....