Ayam Takapik, Enak di Lidah Ramah di Kantong
- 02 Mei 2024 09:57 WIB
- Padang
KBRN, Padang: Berbeda dengan ayam geprek yang sudah dikenal luas, Ayam Takapik memiliki nama yang lebih dekat dengan identitas lokal Ranah Minang yang artinya ayam terjepit. Ayam disajikan dalam keadaan remuk dan dibaluri dengan varian cabai sesuai selera.
Hal tersebut disampaikan oleh Amirul Ihsan, owner Ayam Takapik dalam perbincangannya bersama RRI Padang, Rabu (01/05/2024).
“Usaha ini saya mulai sejak tahun 2018 saat masih menjadi mahasiswa semester 3 di Universitas Andalas”, ungkap Amirul.
Berbekal modal yang minim hanya Rp200 ribu, Amirul menciptakan produk makanan bersama dengan seorang temannya saat dibangku kuliah. Seiring waktu, temannya memilih jalur karier yang berbeda, namun Amirul tetap konsisten mengembangkan usahanya hingga memiliki dua gerai.
Menyasar mahasiswa sebagai target konsumen, gerainya buka dari jam 11.00 pagi hingga 10.00 malam dengan harga yang ramah di kantong, mulai Rp15 ribu. Kini, usaha yang dirintisnya berkembang dengan dua gerai yang berlokasi di Pasar Baru jalur menuju Kampus UNAND Padang.
Beragam varian sambal dengan berbagai tingkat kepedasan, seperti sambal matah, sambal dengan cabai setan, dan sambal terasi, menambah kelezatan Ayam Takapik. Resep-resep ini diperolehnya secara otodidak dan terinspirasi dari produk ayam geprek yang sudah lebih dulu populer di Pulau Jawa.
Melalui usahanya ini, Amirul telah berhasil menciptakan lapangan kerja bagi 14 orang karyawan. Namun, ambisinya tak berhenti di situ, ia bercita-cita agar Ayam Takapik tidak hanya dikenal di Sumatera Barat, tetapi juga di seluruh Indonesia.
“Saya berharap suatu saat nanti Ayam Takapik dari Ranah Minang ini bisa terkenal ke berbagai daerah karena orang Minang memang terkenal juga dengan makanannya yang lezat,” pungkas Amirul.
Dengan cita rasa yang menggugah selera dan identitas yang kuat, Ayam Takapik semakin disukai oleh masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....