Perundungan dan Bahaya Tekanan Psikologis yang Diakibatkan

  • 29 Jul 2026 11:24 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Banyak kasus kekerasan atau perundungan di lingkungan sekitar kita yang harus benar-benar jadi perhatian karena tindakan ini merugikan diri sendiri maupun orang lain. Perundungan membuat korban mengalami rasa sakit, ketakutan dan keputusasaan yang dialami pelaku selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Bahayanya, akumulasi perasaan dan tekanan psikologis yang dialami korban bisa berdampak lebih buruk.

Beberapa waktu ini di Kota Padang, masyarakat dikejutkan dengan ledakan bom rakitan di MAN 3 Kota Padang. Peristiwa ini berdampak luas, kenyamanan sekolah terganggu, siswa mengalami ketakutan, orang tua merasa cemas. Namun ini bisa jadi momentum memperbaiki sistem. Peristiwa ini patut menjadi titik balik untuk menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar dan aman bagi anak-anak tanpa terkecuali.

Perundungan bukan sekedar permainan, ini adalah masalah serius yang bisa melahirkan bahaya besar jika dibiarkan, keamanan fisik tidak tercapai tanpa keamanan emosional. Bagi sekolah harus memperkuat tim konselor, membuka saluran lapor yang aman, melakukan pemantauan kesejahteraan emosional seluruh warga sekolah, penerapan aturan antiperundungan dengan tindakan nyata bukan sekedar pengumuman dan tulisan di papan pengumuman.

Bagi orang tua tentu harus lebih peka terhadap perubahan perilaku anak, apakah anak itu sering jadi pendiam, menolak ke sekolah atau menunjukkan kemarahan berlebih, ini tanda-tanda yang harus disikapi oleh para orang tua. Komunikasi yang hangat dan tanpa menghakimi adalah kunci anak berani bercerita apa adanya.

Bagi masyarakat, tentu harus bertanggungjawab untuk jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya yang cenderung menuduh sembarangan. Sekarang ini informasi akan cepat tersebar dalam hitungan detik, tapi masyarakat harus tau dan memilah kebenaran informasi yang tersebar. Di sekolah, siswa yang jadi sasaran perundungan berulang kali cenderung merasa tak didengar, siswa tidak merasa tidak berdaya, dan tidak memiliki tempat berlindung. Rasa tertekan tanpa penanganan yang tepat bisa berubah jadi kemarahan yang meledak.

Beberapa Masalah mendasar yang menimpa siswa diberbagai tempat menurut Alodokter menunjukkan bahwa tindakan berbahaya sering kali berakar dari hal-hal seperti; Pernah menjadi korban, siswa yang pernah dirundung sering berbalik jadi pelaku sebagai mekanisme pertahanan diri (Bully Victim). Pola asuh keluarga juga sangat menentukan karakter anak dengan kurang perhatian orang tua, sering melihat KDRT dalam rumah tangga ini memicu karakter agresif anak. Tekanan teman-teman sebaya juga menjadikan anak pelaku perundungan karena ingin diterima dikelompok tertentu. Kebiasaaan menonton dan bermain game dengan unsur kekerasan tanpa bimbingan membuat anak menormalisasi perlakukan/tindakan agresif. Ini adalah beberapa masalah mendasar pada anak yang perlu jadi kajian bersama. Untuk mengatasi dan mencegah terjadinya prilaku ini, sekolah dan orang tua disarankan membangun komunikasi terbuka, membangun empati sejak dini serta memantau pergaulan anak-anak kita.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....