Semen Padang FC Kehilangan 1 Poin, Ini Penjelasan Manajemen

  • 11 Sep 2026 05:06 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Semen Padang FC memberikan klarifikasi terkait sanksi administratif berupa pengurangan satu poin pada awal musim kompetisi. Sanksi tersebut berkaitan dengan regulasi Club Licensing, khususnya mengenai penggunaan stadion yang telah didaftarkan sebagai homebase klub.

General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, menjelaskan persoalan tersebut bermula dari kondisi Stadion H. Agus Salim yang harus menjalani renovasi total sehingga belum dapat didaftarkan sebagai venue utama. Dalam kondisi tenggat pendaftaran lisensi yang terbatas pada musim 2025/2026, manajemen saat itu mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api atau GBLA sebagai stadion alternatif.

Denny mengatakan, memasuki musim kompetisi berjalan, manajemen melakukan penyesuaian terhadap efisiensi operasional dan beban finansial klub. Penyesuaian tersebut kemudian disampaikan melalui surat resmi kepada PT Liga Indonesia Baru atau LIB untuk mengajukan perpindahan homebase.

“Proses ini berawal ketika Stadion H. Agus Salim harus menjalani renovasi total, sehingga belum dapat didaftarkan sebagai venue utama. Di tengah tenggat waktu pendaftaran licensing yang sangat terbatas, manajemen musim lalu mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai opsi alternatif agar pemenuhan lisensi klub dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Denny, Kamis, 10 September 2026.

Menurut Denny, permohonan pengalihan lokasi homebase tersebut tidak mendapatkan persetujuan dari operator liga. Setelah mempertimbangkan berbagai aspek, terutama efisiensi operasional dan kondisi tim, Semen Padang FC akhirnya menetapkan Stadion Patriot sebagai kandang untuk pertandingan selanjutnya.

Ia menjelaskan, sesuai ketentuan Club Licensing, klub diwajibkan menggunakan stadion yang telah didaftarkan sejak awal proses lisensi. Perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi tersebut kemudian berdampak pada penerapan sanksi administratif berupa pengurangan satu poin.

“Setelah melalui berbagai pertimbangan matang. Hal ini demi memberikan kondisi terbaik bagi perjuangan tim, Semen Padang FC kemudian memutuskan Stadion Patriot sebagai kandang untuk mengarungi laga-laga selanjutnya,” kata Denny.

Denny menegaskan, Semen Padang FC menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari penghormatan terhadap regulasi dan tata kelola kompetisi. Manajemen menjadikan persoalan administratif tersebut sebagai evaluasi agar pengelolaan klub, khususnya dalam pemenuhan regulasi lisensi, dapat dilakukan lebih baik ke depan.

“Semen Padang FC menerima keputusan regulasi ini. Dengan hati yang besar sebagai bentuk penghormatan terhadap tata kelola kompetisi sekaligus pelajaran berharga dalam pengelolaan administrasi klub ke depan,” ujarnya.

Saat ini, Denny menyebut fokus tim telah diarahkan sepenuhnya pada persiapan menghadapi pertandingan. Pengurangan satu poin tersebut diharapkan tidak mengganggu konsentrasi pemain untuk mengejar hasil maksimal dan segera menutup defisit poin di klasemen.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....