Piala Soeratin Sumbar Minim Peserta U- 17 Tahun

  • 21 Agt 2026 15:15 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gelaran Piala Soeratin 2026 tingkat Sumatera Barat tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi pesepakbola usia muda, namun juga menjadi momentum evaluasi terhadap pembinaan dan regenerasi pemain di daerah. Salah satu perhatian yang mencuat adalah minimnya peserta pada kelompok usia 17 tahun dibandingkan kelompok U-13 dan U-15.

Dalam dialog bersama RRI Padang, Coach Edukator PSSI, Dian Rama, mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama, khususnya bagi Asprov PSSI Sumbar dan seluruh pelaku sepak bola. Menurutnya, pembinaan pemain usia muda harus memiliki kesinambungan agar talenta yang muncul pada kelompok usia dini tidak terputus ketika memasuki usia remaja.

"Yang menjadi catatan sekarang adalah kita sudah harus mulai berpikir di usia 13 dan 15. Pesertanya banyak, tetapi kita terputus di usia 17. Ini harus menjadi catatan kita bersama, baik itu dari Asprov maupun semua pelaku sepak bola di Sumatera Barat," ujar Dian Rama, Jumat 21 Agustus 2026.

Ia menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena setelah jenjang U-17, tantangan regenerasi akan semakin besar ketika pemain memasuki kelompok usia 20, 21 hingga 23 tahun. Karena itu, kesinambungan kompetisi dan pembinaan harus dipikirkan sejak usia dini agar Sumatera Barat mampu melahirkan talenta yang dapat berkiprah hingga tingkat nasional.

Lebih lanjut Dian mengungkapkan, agar pembinaan tidak terputus, harus ada regulasi dari PSSI Sumbar terkait klub amatir yang sudah mendaftar sebagai anggota dan berhak mengikuti kompetisi Liga 4 dan turunannya (Soeratin U13-U17), serta tidak hanya mengikuti 1 kompetisi saja (Liga4 atau Soeratin) atau malah sudah bertahun2 tidak mengikuti kompetisi sama sekali.

Selain itu Latihan yang terstruktur dengan baik (mempunyai kurikulum) dari U6-9 sampai U17 di SSB dan klub masing-masing, sehingga jenjang pembinaan dan perkembangan anak terlihat jelas.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Piala Soeratin Sumbar 2026, Renol Fadhli, menyebut, salah satu penyebab minimnya peserta U-17 adalah banyaknya klub yang belum memiliki kelompok pembinaan pada usia tersebut. Dari sekitar 48 klub yang ada, sebagian besar memiliki SSB atau akademi yang aktif membina pemain U-13 dan U-15, namun pembinaan sering terhenti ketika pemain memasuki usia 17 tahun.

"Kenapa U-13 dan U-15 muncul ramai? Karena mereka ada SSB atau akademi. Saat usia 17 tahun, rata-rata SSB tidak ada lagi. Kalau ada pun hanya satu atau dua klub yang memiliki kelompok usia 17 tahun," kata Renol Fadhli.

Renol berharap, klub-klub di Sumatera Barat mulai memberikan perhatian lebih terhadap pembentukan kelompok usia U-17. Menurutnya, jika klub konsisten membina pemain hingga usia tersebut, kompetisi Piala Soeratin akan semakin ramai sekaligus membuka peluang lebih besar bagi lahirnya talenta sepak bola Sumbar. "Kalau ada usia 17 tahun, saya rasa ini akan ramai lagi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....