Gulir Silaturahmi dan Jiwa Kebersamaan di Aula Gubernur Sumatera Barat

  • 28 Jun 2026 12:14 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Ada malam di mana sekat-sekat formalitas runtuh oleh satu hal yang sama yakni, kecintaan pada sepak bola. Atmosfer hangat itulah yang menjalar di Aula Kantor Gubernur Sumatra Barat, Sabtu 27 Juni 2026.

Di bawah sorot layar lebar yang menampilkan laga sengit Piala Dunia 2026 antara Mesir dan Iran, ratusan kepala menatap dengan antusiasme yang sama. Program bertajuk "Bola Gembira" malam itu menjelma menjadi lebih dari sekadar tontonan, melainkan menjadi panggung ruang publik yang hidup, tempat bertemunya hati dan semangat kebersamaan.

Di dalam ruangan yang biasanya riuh oleh urusan birokrasi, malam itu pemandangannya begitu cair dan humanis. Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah duduk berdampingan tanpa jarak dengan elemen masyarakat. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Direktur Utama LPP TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari dan Ketua PSSI Sumbar Yusuf Hidayat, berbaur karib di tengah barisan prajurit Korem 032/Wirabraja, unsur Forkopimda, mahasiswa, hingga warga biasa yang datang memboyong keluarganya.

Malam itu, seragam dinas, pangkat dan status sosial seolah menepi. Saat peluang emas tercipta di lapangan hijau, helaan napas kecewa dan sorak kegembiraan yang membuncah keluar dari mulut yang sama secara serentak. Di sinilah letak magisnya sepak bola: ia memiliki bahasa universal yang mampu meluruhkan jarak penentu status.

Namun Bola Gembira ini bukan hanya soal urusan menang atau kalah di lapangan hijau 2026. Di sudut-sudut aula, denyut ekonomi lokal ikut berdenyut kencang melalui bazar UMKM yang dihadirkan. Aroma kuliner khas Minang yang mengepul berpadu dengan riuh rendah tawa warga yang berburu doorprize. Kegiatan ini dengan cerdas mengawinkan hiburan rakyat, rajutan silaturahmi, dan ruang napas bagi para pelaku usaha kecil.

Gubernur Mahyeldi dalam momen tersebut menyiratkan pesan mendalam. Sepak bola adalah metafora dari perjuangan dan persatuan. Untuk mencetak gol dalam pembangunan daerah, dibutuhkan kerja sama tim yang solid antara pemerintah, TNI, instansi vertikal, dan yang paling utama adalah masyarakat itu sendiri.

Ketika peluit panjang akhir pertandingan ditiup, yang tersisa di Aula Kantor Gubernur bukan sekadar skor di papan angka, melainkan memori tentang sebuah malam di mana seluruh elemen Sumatra Barat melangkah selaras. Lewat program ini, Pemprov Sumbar bersama TNI dan masyarakat berhasil membuktikan olahraga jika dikemas dengan hati, akan menjadi media paling ampuh untuk merawat persaudaraan dan menjaga api persatuan tetap menyala di Ranah Minang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....