32 Klub dari Empat Provinsi Bertarung di FE Cup 2 Solok hingga 1 Juli

  • 30 Mei 2026 10:32 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 32 klub sepak bola dari Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Sumatera Utara bertarung dalam Turnamen FE Cup 2 Regional Sumatera yang resmi bergulir di Stadion Marahadin, Kota Solok. Turnamen berlangsung mulai 30 Mei hingga 1 Juli 2026 dan menjadi agenda olahraga terbesar di Solok Raya tahun ini.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi , membuka langsung turnamen tersebut pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kehadiran 32 klub dari empat provinsi dinilai mampu menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan jasa transportasi di Kota Solok selama lebih dari satu bulan penyelenggaraan.

"Ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat. Tapi juga menjadi stimulus pergerakan ekonomi daerah," ujar Mahyeldi.

Turnamen ini digagas perantau asal Solok, Fadlul Efendi, yang sebelumnya juga menyelenggarakan FE Cup pertama dan menuai dampak positif bagi ekonomi lokal. Mahyeldi memberikan apresiasi khusus kepada Fadlul atas konsistensinya berkontribusi di bidang pendidikan, pariwisata, dan olahraga di kampung halaman.

"Hubungan antara ranah dan rantau harus terus diperkuat. Kontribusi perantau sangat besar bagi pembangunan Sumatera Barat dan dalam setiap kesempatan saya selalu mengajak para perantau untuk ikut berinvestasi dan berkontribusi bagi daerah," kata Mahyeldi.

Sementara itu, Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, mengatakan FE Cup tahun sebelumnya telah terbukti mendongkrak kunjungan masyarakat dan menggerakkan usaha kecil dan menengah di Kota Solok. Ia berharap FE Cup 2 memberikan dampak yang lebih besar bagi promosi daerah dan pembinaan atlet sepak bola lokal.

"Kegiatan ini sangat membantu promosi Kota Solok. Selaint itu juga berdampak langsung terhadap kebangkitan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM," ujar Ramadhani.

Penyelenggaraan turnamen sepak bola berskala regional selama lebih dari satu bulan diperkirakan mendatangkan ribuan penonton dan peserta dari luar daerah yang membutuhkan akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal. Dampak ekonomi dari event olahraga semacam ini kerap menjadi strategi daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perdagangan secara bersamaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....