Antisipasi Lahar Dingin Marapi PUPR Bangun Sabo Dam

  • 17 Mei 2024 17:21 WIB
  •  Padang

KBRN, Padang : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membangun 25 Sabo Dam pada aliran sungai yang berhulu di lereng Gunung Marapi. Tujuannya untuk mengurangi dampak banjir lahar dingin di Kabupaten Agam dan Tanah Datar.

Sabo Dam berguna untuk menahan serta mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik sehingga dapat meminimalisir dampaknya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar Gunung Marapi. Saat ini telah dua Sabo Dam yang dibangun di Bangkahan, Tanah Datar dan Canduang, Kabupaten Agam.

Berdasarkan analisa PUPR serta pantauan udara Sabo Dam ini telah berfungsi dengan baik, mampu menahan aliran lahar dari lereng Gunung Marapi namum jumlahnya belum mencukupi. Sabo Dam memiliki fungsi yang berbeda dari bendungan.

Bendungan berfungsi menahan air, sedangkan Sabo Dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat. Secara teknis, Sabo Dam dibangun dengan ketinggian yang berbeda di tengah bendung.

Hal ini dimaksudkan untuk mengalirkan air, sehingga sedimen atau endapan lahar dingin akan tertampung oleh bendung, tetapi air tetap mengalir. Apabila bendung tidak mampu membendung semua aliran, maka akan dilewatkan melalui bagian atas (overtopping).

Selanjutnya aliran yang masih mengalir akan ditampung oleh bendung lain yang ada di bawahnya. Hal ini berlangsung terus menerus sesuai dengan jumlah bendung yang ada,sehingga aliran lahar Gunung Marapi dapat dicegah untuk tidak sampai ke hilir sungai yang dapat merusak permukiman warga maupun memutus konektivitas.

Pembangunan 25 Sabo Dam pada dua kabupaten ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2025 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....