Gunung Marapi Erupsi, Warga Diminta Waspada

  • 05 Okt 2026 07:00 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali mengalami erupsi pada Minggu, 4 Oktober malam. Erupsi terjadi pukul 22.39 WIB, namun tinggi kolom abu tidak teramati.

‎

‎Petugas Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Firmansyah, mengatakan erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 3,1 milimeter. Erupsi berlangsung selama kurang lebih 44 detik. ‎“Telah terjadi erupsi Marapi, Sumbar pada 4 Oktober 2026 pukul 22:39 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati,” kata Teguh.

‎

‎Ia menjelaskan, erupsi tersebut terekam dengan durasi sekitar 44 detik. “Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3.1 mm dan durasi ±44 detik,” ujarnya.

‎

‎Saat ini Gunung Marapi masih berada pada Status Level II atau Waspada. Masyarakat di sekitar Gunung Marapi, termasuk pendaki, pengunjung dan wisatawan, diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi atau Kawah Verbeek.

‎

‎Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran maupun bantaran sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi juga diminta mewaspadai potensi bahaya lahar, terutama saat musim hujan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker serta perlengkapan pelindung mata dan kulit, mengamankan sarana air bersih, dan membersihkan abu vulkanik yang menumpuk di atap rumah.

‎

‎Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi bohong dan tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya. Perkembangan aktivitas Gunung Marapi dan rekomendasi terbaru dapat dipantau melalui aplikasi MAGMA Indonesia serta kanal resmi PVMBG, sementara pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG dan Pos Pengamatan Gunung Api Marapi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....