Stasiun Duku Jadi Simpul Mobilitas Utama Sumbar
- 05 Okt 2026 01:56 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Stasiun Duku, Kabupaten Padang Pariaman, telah melayani 751 ribu 429 pelanggan sepanjang 2021 hingga Semester I 2026. Stasiun tersebut menjadi salah satu simpul transportasi penting karena melayani naik dan turun penumpang seluruh kereta api penumpang di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat (Sumbar).
Stasiun Duku berada di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, dengan layanan yang menghubungkan sejumlah wilayah di Sumbar. Konektivitas tersebut mencakup perjalanan menuju Padang, Lubuk Alung, Pariaman hingga kawasan Bandara Internasional Minangkabau atau BIM.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan tingginya jumlah pelanggan menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai transportasi publik. Menurutnya, posisi Stasiun Duku juga diperkuat dengan tersedianya berbagai pilihan transportasi lanjutan menuju daerah tujuan.
“Stasiun Duku bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat. Dengan melayani seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, didukung fasilitas yang memadai serta akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah,” ucapnya, Sabtu, 3 Oktober 2026.
Reza menyampaikan konektivitas Stasiun Duku dengan Bandara Internasional Minangkabau semakin kuat sejak pengoperasian jalur kereta menuju bandara pada 2018. Layanan tersebut kemudian dilengkapi Kereta Api Lembah Anai yang mulai berhenti di Stasiun Duku pada 22 Maret 2019, selain Kereta Api Pariaman Ekspres.
Ia menambahkan stasiun Duku menyediakan sejumlah fasilitas untuk mendukung kebutuhan pelanggan, mulai dari ruang tunggu, ruang laktasi, area bermain anak, musala hingga area parkir. Pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi atau AKAP, maupun transportasi berbasis aplikasi.
“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk ketika berada di lingkungan stasiun maupun di sekitar jalur kereta api,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....