Access Padang Bekali Peserta dengan Bahasa Inggris dan Aksi Sosial
- 05 Okt 2026 01:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Alumni Access Scholarship Program Padang menjalankan empat kegiatan community service selama mengikuti program dua tahun. Mereka juga terlibat dalam kegiatan relawan membantu korban banjir bandang atau galodo di Kota Padang.
Alumni Access Padang, Kartika Handayani Putri, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran bahasa Inggris. Peserta juga didorong mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kreativitas, dan kolaborasi.
“Jadi kami memiliki program atau projek yang kami sebut dengan community service. Selama dua tahun itu kami memiliki empat community service totalnya,” kata Kartika dalam dialog Sore Ceria RRI Pro 2 Padang pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Kartika menjelaskan, kegiatan community service dilakukan berbeda setiap semester selama program berlangsung. Kegiatan tersebut mencakup lingkungan, pendidikan, hingga pelatihan bahasa Inggris bagi siswa dan guru.
Alumni lainnya, Zidane Albarik mengatakan, kegiatan pertama dilakukan di Gunung Padang melalui program Beautify Gunung Padang. Peserta berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk memperindah kawasan destinasi wisata tersebut.
“Community service kami setiap projectnya beda-beda dan juga setiap semesternya berbeda. Community service kami yang pertama itu kami ke Gunung Padang melakukan kegiatan Beautify Gunung Padang ,” ujar Zidane.
Kegiatan berikutnya menyasar pendidikan melalui kunjungan ke panti asuhan. Peserta mengenalkan bahasa Inggris sekaligus memberikan donasi buku kepada anak-anak.
Pada semester ketiga, peserta juga terlibat dalam kegiatan relawan bersama Dompet Dhuafa. Mereka membantu warga terdampak galodo di Lubuk Minturun, Kota Padang.
Zidane mengatakan, peserta menggelar Encouraging and Empowering Teachers untuk siswa SMP dan guru. Kegiatan tersebut memberikan pelatihan bahasa Inggris kepada siswa serta berbagi metode pembelajaran kepada guru.
Alumni lainnya, Giana Zahara Farca, mengatakan Access memberikan ruang aman bagi peserta untuk menggunakan bahasa Inggris. Menurutnya, peserta juga didorong berkolaborasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
“Kalau kalau aku karena mereka lebih menawarkan untuk kita berekspresi dengan bahasa Inggris itu sendiri. Dan juga ada aturan-aturan di mana kami memang harus berbahasa Inggris,” ujar Giana.
Sementara itu, Kartika Han Putri mengatakan pengalaman mengikuti Access membantu peserta mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Ia menyebut kegiatan relawan di panti asuhan menjadi salah satu pengalaman baru yang diperolehnya.
“Jadi kalau misalkan kita tidak memiliki teman berbicara jadi bahasa Inggris kita bisa lupa. Jadi harus dilatih setiap hari.Access ini memberikan kami tempat untuk melatih itu setiap hari
Menurut Kartika, peserta Access tidak hanya mendapatkan pembelajaran dari pengajar. Mereka juga memperoleh pengalaman melalui kegiatan sosial yang memberikan dampak bagi lingkungan sekitar.
Para alumni kini berencana membentuk English Club setelah menyelesaikan program. Zidane mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang belajar bahasa Inggris bagi masyarakat dan peserta berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....