Pariaman Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Gempa dan Tsunami
- 30 Sep 2026 12:47 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Pemerintah Kota Pariaman bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Gladi Kesiapsiagaan Bencana Gempabumi dan Tsunami Provinsi Sumatera Barat Tahun 2026, sebagai upaya memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.
Gladi yang berlangsung selama dua hari, 29–30 September 2026, dipusatkan di Lapangan Parkir Josal Football Academy, Dusun Sirambang, Desa Cubadak Air Utara, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman. Kegiatan puncak pada Rabu, 30 September 2026 dihadiri dan ditutup Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi.
Wali Kota Pariaman Yota Balad mengatakan mitigasi dan pengurangan risiko bencana sangat penting karena masyarakat tidak dapat mencegah bencana alam, tetapi dapat mempersiapkan diri untuk mengurangi dampaknya.
Menurut Yota, gladi simulasi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi sarana melatih refleks, memahami jalur evakuasi, dan mengurangi kepanikan saat bencana terjadi. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting karena warga harus mampu melakukan tindakan penyelamatan pada saat-saat awal bencana.
Sementara itu, Sekretaris Utama BNPB Rustian mengatakan gladi tidak boleh dijadikan tujuan akhir. Menurutnya, pelaksanaan gladi harus menghasilkan temuan mengenai kesenjangan kesiapsiagaan yang kemudian menjadi bahan perencanaan pembangunan dan penganggaran daerah.
Rustian menjelaskan masyarakat merupakan first responder atau pihak yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian pada beberapa menit pertama setelah bencana. Karena itu, sistem penanggulangan bencana tidak dapat hanya bergantung kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kesiapan TNI, Polri, BPBD, rumah sakit, dunia usaha, relawan, dan masyarakat.
Kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar, Mahyeldi menyampaikan keberhasilan gladi tidak diukur dari seberapa rapi skenario dijalankan, melainkan dari pembelajaran yang diperoleh untuk memperkuat kesiapsiagaan. Ia meminta hasil evaluasi seluruh rangkaian kegiatan, termasuk Table Top Exercise, Command Post Exercise, dan Field Training Exercise, didokumentasikan dan ditindaklanjuti.
“Ada enam tindak lanjut yang perlu dilakukan, yakni memperkuat sistem komando dan koordinasi, menguji sistem komunikasi kedaruratan, membawa hasil gladi ke daerah masing-masing, memperluas pelibatan masyarakat, serta menjadikan kesiapsiagaan sebagai budaya. Apalagi, penanggulangan gempa dan tsunami membutuhkan kolaborasi lintas daerah dan seluruh unsur pentahelix dengan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....