Komposer Muda Olah Motif Pado-pado Saluang Pauh dengan Musik Elektronik
- 30 Sep 2026 19:19 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Komposer muda Sumatera Barat, Dimas Hidayatullah, menampilkan karya musik elektronik yang berangkat dari motif pado-pado dalam tradisi Saluang Pauh. Karya itu dibawakan dalam program Soundenai 2 pada malam kedua Saraso Fest 2026 pada Selasa, 29 September 2026 di Gedung Kebudayaan Sumatera Barat.
Berdasrkan jurnal yang ditulis Indra Jaya pada tahun 2013, Pado-pado adalah lagu pembuka dalam rangkaian pertunjukan Saluang Pauh, kesenian tiup dan dendang Minangkabau yang berkembang di daerah Pauh, Padang. Dalam kajian musik, istilah pado-pado dimaknai sebagai "permulaan" atau "percobaan".
Dimas mengatakan karyanya terinspirasi dari tradisi tersebut. Motif itu, kata Dimas, ia olah menjadi bentuk yang lebih baru.
"Terinspirasi dari motif Saluang Pauh, dalam langgam Pado-Pado. Saya inspirasikan menjadi bentuk terbaru seperti elektronik, eksperimental, dan sound-sound digital lainnya," ujarnya seusai tampil.
Dalam proses pengolahan, Dimas memakai laptop sebagai media digital dan menambahkan sampling, yakni potongan bunyi yang direkam lalu dimasukkan ke dalam komposisi. Ia juga mengubah motif asli hingga menyerupai musik techno.
Karya tersebut dikerjakan selama kurang lebih dua bulan. Menurut Dimas, kendala utama ada pada latihan, kesibukan masing-masing membuat kekompakan antarpemain sulit dicapai sebelum tampil.
Soundenai 2 merupakan gelaran tahun dari Parade Komposer Musik Sumatera Barat yang diselenggarakan oleh UPTD Taman Budaya Sumatera Barat. Gelaran tersebut menjadi bagian dari Saraso Fest 2026 yang digelar hingga tanggal 3 September mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....