Penerbangan Internasional BIM Bertambah, Karantina Perkuat Pengawasan

  • 30 Sep 2026 17:29 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Bertambahnya penerbangan internasional dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi momentum bagi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat untuk memperkuat pengawasan lalu lintas komoditas melalui Operasi Patuh Karantina. Operasi tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Karantina ke-149 Tahun 2026, Rabu, 30 September 2026.

Kegiatan melibatkan berbagai pihak di lingkungan BIM, mulai dari maskapai penerbangan, Bea dan Cukai, InJourney Airports, hingga Kepolisian. Peningkatan konektivitas penerbangan internasional dinilai memberikan dampak terhadap mobilitas masyarakat, pariwisata, perdagangan, dan perekonomian Sumatera Barat.

Namun, meningkatnya pergerakan orang dan barang juga perlu diimbangi pengawasan untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama serta penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Melalui Operasi Patuh, petugas Karantina bersama stakeholder melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan penumpang, khususnya komoditas hewan, ikan, tumbuhan, dan produk turunannya yang dilalulintaskan melalui penerbangan internasional.

Selain pemeriksaan, petugas memberikan edukasi langsung kepada penumpang mengenai kewajiban melaporkan komoditas yang dibawa. Penumpang juga diingatkan untuk memastikan seluruh persyaratan karantina telah dipenuhi sebelum membawa komoditas keluar maupun masuk wilayah Indonesia.

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat, RM Ende Dezeanto, mengatakan peningkatan konektivitas internasional harus diikuti dengan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap ketentuan perkarantinaan. “Bertambahnya penerbangan internasional dari BIM merupakan peluang bagi Sumatera Barat untuk semakin terhubung dengan dunia. Bersamaan dengan itu, pengawasan juga harus diperkuat. Karena itu, sinergi antara Karantina, airlines, Bea dan Cukai, InJourney Airports, Kepolisian, serta stakeholder lainnya menjadi sangat penting untuk memastikan pintu gerbang internasional kita tetap aman,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan karantina tidak hanya berkaitan dengan pemeriksaan, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat bahwa setiap komoditas yang dibawa dari dan ke luar wilayah Indonesia memiliki potensi risiko terhadap kesehatan hewan, ikan, tumbuhan, serta kelestarian sumber daya hayati. “Operasi Patuh ini kami jadikan momentum untuk lebih dekat dengan masyarakat. Kami ingin masyarakat memahami bahwa melapor kepada petugas Karantina bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama untuk melindungi negeri,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, masing-masing stakeholder memiliki peran dalam mendukung pengawasan di pintu masuk dan keluar negara. Maskapai membantu penyampaian informasi kepada penumpang, Bea dan Cukai melaksanakan pengawasan kepabeanan, InJourney Airports mendukung pengelolaan layanan dan ekosistem bandara, sedangkan Kepolisian mendukung aspek keamanan dan ketertiban.

Dengan semakin terbukanya akses penerbangan internasional melalui BIM, Karantina Sumatera Barat berkomitmen memperkuat koordinasi sekaligus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pengawasan dilakukan secara humanis dengan tetap mengedepankan ketentuan perkarantinaan untuk menjaga keamanan sumber daya hayati Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....