Gigitan Hewan Peliharaan Tetap Perlu Diwaspadai, Rabies Bisa Menular lewat Air Liu

  • 29 Sep 2026 20:38 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang – Masyarakat diminta tidak menganggap remeh gigitan anjing maupun kucing, termasuk hewan peliharaan sendiri, karena rabies dapat menular melalui air liur hewan yang terinfeksi. Penanganan awal yang cepat diperlukan untuk mencegah risiko penularan rabies pada manusia.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia -PDHI Cabang Sumatera Barat, drh Wahidin Beruh Wahidin Beruh mengatakan, salah satu tanda yang paling mudah dikenali pada hewan peliharaan yang terinfeksi rabies adalah perubahan perilaku. Hewan yang biasanya mengenali pemilik dan merespons ketika dipanggil dapat berubah menjadi tidak mengenali pemiliknya.

“Paling mudahnya adalah dia masih kita panggil namanya, dia tahu atau tidak. Ketika datang dia menghampiri kita, ekornya bergerak dan sebagainya. Itu masih normal,” ujarnya kepada RRI di Padang, Selasa, 29 September 2026.

Menurutnya, perubahan perilaku juga dapat terlihat dari hewan yang tiba-tiba menjadi agresif atau sebaliknya menjadi pendiam dan bersembunyi di tempat gelap. Hewan juga dapat menggigit atau memakan benda-benda yang tidak biasa, termasuk menggigit kandang atau benda lain di sekitarnya.

“Pada kucing, tanda lain yang perlu diperhatikan adalah perubahan suara menjadi parau atau berbeda dari biasanya. Sementara pada kondisi yang semakin berat, hewan dapat menunjukkan ketakutan terhadap air atau hidrofobia,” katanya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh mengabaikan gigitan hewan, terutama jika hewan tersebut belum mendapatkan vaksinasi rabies. Setelah terjadi gigitan, hewan sebaiknya segera dikandangkan atau diisolasi dan dilaporkan kepada petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sementara orang yang tergigit harus segera mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun atau deterjen selama 15 menit. Setelah itu, korban perlu segera mendatangi puskesmas atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur, termasuk penilaian kebutuhan vaksin atau tindakan medis lainnya.

Pentingnya penanganan segera, menurut Wahidin, berkaca dari kasus rabies yang terjadi di Padang Panjang pada 2025. Seorang anak berusia 13 tahun meninggal setelah mengalami gigitan anjing peliharaannya, karena penanganan awal tidak segera dilakukan.

“Karena merasa yang menggigit ini anjing sendiri. Kemudian biasa main di rumah saja, akhirnya tidak dilakukan penanganan awal,” katanya.

Wahidin menjelaskan, rabies tidak hanya dapat ditularkan melalui gigitan. Virus juga dapat masuk melalui paparan air liur hewan yang terinfeksi, terutama jika mengenai luka atau bagian tubuh yang memiliki mukosa seperti mata dan mulut.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang memelihara hewan untuk berhati-hati ketika membawa masuk hewan baru dari luar rumah. Hewan baru, meskipun terlihat sehat, sebaiknya dikarantina dan diobservasi terlebih dahulu sebelum dicampurkan dengan hewan peliharaan lainnya.

“Kalau ada hewan baru, walaupun tampak menurut kita sehat, tetap harus diisolasi dulu, tetap harus dikarantina dulu. Tidak langsung boleh berinteraksi dengan hewan kita yang lain,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....