Cegah Kecelakaan, KAI Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar
- 29 Sep 2026 04:49 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat (Sumbar) telah menutup 30 titik perlintasan liar sepanjang 2026 sebagai upaya menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api. Selain penutupan perlintasan, KAI juga memperkuat edukasi keselamatan kepada pengguna jalan di JPL 07 KM 6+800 petak Bukitputus–Padang, Senin, 28 September 2026.
Kegiatan melibatkan Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen, Dinas Perhubungan Sumatera Barat, PT Jasa Raharja, BTP Kelas II Padang, serta komunitas Sumatrain, IRPS, dan Transport for Padang. Petugas menyampaikan imbauan langsung kepada pengguna jalan, membentangkan spanduk, membagikan stiker keselamatan, dan memberikan souvenir.
Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan keselamatan menjadi bagian utama dalam upaya meningkatkan kualitas layanan perkeretaapian kepada masyarakat. Menurutnya, perlintasan sebidang membutuhkan perhatian khusus karena keselamatan tidak hanya bergantung pada operator kereta api, tetapi juga kepatuhan pengguna jalan.
“Semangat Semakin Melayani pada HUT ke-81 KAI kami wujudkan tidak hanya melalui peningkatan kualitas pelayanan perjalanan kereta api, tetapi juga dengan memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas. Perlintasan sebidang merupakan salah satu titik yang membutuhkan perhatian dan kesadaran bersama,” ucapnya.
Ia merinci sepanjang 2026, KAI Divre II Sumbar telah menutup 30 titik perlintasan liar sebagai salah satu langkah pencegahan kecelakaan di jalur kereta api. KAI juga melakukan sosialisasi keselamatan di 57 perlintasan sebidang, baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta memasang 17 banner keselamatan di sejumlah titik rawan kecelakaan.
Lutfi menyampaikan edukasi keselamatan turut diperluas ke luar kawasan perlintasan dengan menyasar 47 sekolah dan lokasi lainnya hingga 2026. Pada periode yang sama, KAI Divre II Sumbar juga menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR di 30 lokasi sebagai bagian dari kontribusi kepada masyarakat.
“Berbagai upaya preventif ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk membangun budaya keselamatan secara berkelanjutan. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi perlintasan kereta api, jangan mengambil risiko karena keselamatan jauh lebih penting,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....