TP PKK Padang Perkuat Keterampilan Kader Tangani Henti Jantung

  • 28 Sep 2026 07:22 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kemampuan memberikan pertolongan pada menit-menit awal saat terjadi henti jantung menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki masyarakat. Untuk memperluas kemampuan tersebut, TP PKK Kota Padang menggelar pelatihan dan Lomba Bantuan Hidup Dasar (BHD) dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia 2026.

Sebanyak 11 kelompok perwakilan kecamatan se-Kota Padang mengikuti pelatihan teknis dan Lomba BHD. Kegiatan tersebut dibimbing tujuh dokter spesialis jantung dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Sumatera Barat.

Ketua TP PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mencari pemenang lomba. Lebih dari itu, kader diharapkan memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan awal ketika menemukan orang yang mengalami henti jantung.

“Yang lebih penting adalah setelah pulang dari kegiatan ini, Bapak/Ibu semua mengerti bagaimana cara melakukan Bantuan Hidup Dasar dan bisa menerapkannya ketika menemukan orang yang mengalami henti jantung,” ujar Dian di Balai Kota Aie Pacah, Minggu 27 September 2026.

Menurut Dian, keterampilan BHD perlu dimiliki lebih banyak masyarakat karena kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons cepat sebelum bantuan medis profesional tiba. Kader TP PKK diharapkan tidak hanya mampu menerapkan keterampilan tersebut, tetapi juga meneruskannya kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dalam lomba tersebut, Kecamatan Lubuk Kilangan meraih juara pertama, disusul Kecamatan Koto Tangah sebagai juara kedua dan Kecamatan Padang Barat sebagai juara ketiga. Sementara Kecamatan Kuranji menempati posisi keempat dan Kecamatan Padang Utara posisi kelima.

Selain pelatihan kegawatdaruratan, peringatan Hari Jantung Sedunia juga dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit jantung dan stroke. Dian yang berlatar belakang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah memberikan edukasi mengenai faktor risiko, gejala awal, serta pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Masyarakat didorong untuk rutin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi, mengontrol kadar kolesterol dan gula darah, serta menghindari rokok. Pemeriksaan sederhana seperti pengukuran lingkar perut dan konsultasi kesehatan juga dilakukan untuk membantu masyarakat mengenali faktor risiko penyakit jantung.

Peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 mengangkat tema global “Don't Miss a Beat”. Salah satunya melalui Lomba Senam Kreasi Jantung Sehat yang diikuti kader TP PKK dari seluruh kecamatan. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong kebiasaan aktif bergerak di lingkungan keluarga dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....