BPBD SumbRawanar Terus Berupaya Perkuat Mitigasi Bencana
- 18 Sep 2026 07:09 WIB
- Padang
RRI.CO.ID,Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat terus memperkuat upaya mitigasi bencana, terutama menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Langkah tersebut dilakukan mengingat Sumbar merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi.
Sekretaris BPBD Sumbar Ilham Wahab mengatakan, kondisi geografis Sumbar berada di kawasan yang dipengaruhi tiga lempeng besar. Selain itu, terdapat sejumlah segmen Sesar Semangko dan satu segmen megathrust yang masih menjadi perhatian karena belum melepaskan energinya.
“Daerah kita memang daerah yang sangat rawan terhadap terjadinya bencana. Artinya, seluruh masyarakat mau tidak mau memang harus membiasakan diri dan meningkatkan kesiapsiagaan, terutama Pasca Gempa 2009 lalu,” ujar Ilham Wahab, Kamis 17 September 2026.
Menurutnya, khusus di Kota Padang, pemerintah telah menyiapkan sejumlah jalur evakuasi dan memasang rambu-rambu arah evakuasi di beberapa lokasi. Pada sejumlah ruas jalan juga telah dibuat blue line sebagai penanda batas aman dari potensi landaan tsunami.
Selain itu, BPBD Sumbar juga menyiapkan sirene peringatan dini tsunami yang secara rutin diuji setiap tanggal 26 setiap bulan. Pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat berfungsi dengan baik sekaligus mengetahui apabila terdapat kerusakan yang harus segera diperbaiki.
Mitigasi juga dilakukan dengan menyiapkan sejumlah bangunan yang berpotensi menjadi tempat evakuasi atau shelter, seperti SMA 1 Lolong Belanti, Masjid Raya Sumatera Barat, gedung Polda, serta Escape Building di lingkungan Kantor Gubernur Sumbar. Namun, tidak seluruh bangunan langsung ditetapkan sebagai shelter karena masih harus melalui pengujian kekuatan struktur secara teknis.
“Langkah-langkah mitigasi itu tidak saja struktural, tapi juga nonstruktural. Kita sudah menyiapkan rencana kontingensi gempa tsunami di tingkat Provinsi Sumatera Barat dan akan kita uji coba pada 30 September 2026 yang dipusatkan di Kota Pariaman,” ujarnya
Ilham Wahab menuturkan dengan upaya yang telah dilakukan, meski potensi gempa mungkin tidak bisa di cegah, tapi minimal dampaknya dapat diminimalisir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....