BPOM Dorong Kemudahan Pengusaha Rendang Tembus Pasar Global

  • 16 Sep 2026 10:05 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM mendorong kemudahan pelaku usaha rendang di Sumatera Barat menembus pasar global melalui penguatan regulasi dan pendampingan. Upaya tersebut dilakukan bersama perguruan tinggi dan pelaku usaha melalui kolaborasi akademisi, bisnis, dan pemerintah.

Kepala BPOM Republik Indonesia, Taruna Ikrar mengatakan, BPOM memiliki kerja sama dengan otoritas pangan Arab Saudi. Kerja sama tersebut dapat mendukung pengurusan persyaratan ekspor rendang ke negara tersebut.

“Badan POM itu sudah kerjasama dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA) atau Badan Pompnya Saudi Arabia. Jadi kalau butuh bantuan dari kami Balai Besar kita yang ada disini juga bisa bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan dinas terkait,” ujar Taruna Ikrar dalam kegiatan “Dialog Interaktif ABG untuk Akselerasi Produk Gastronomi Nusantara ke Pasar Global di Padang, Selasa 15 September 2026.

Selain itu, Taruna mengatakan, BPOM juga memiliki pola pendampingan bagi usaha mikro dan kecil melalui kerja sama dengan perbankan. Skema tersebut ditujukan membantu UMKM yang memiliki peluang pengembangan usaha.

“Badan POM sekarang punya pemihakan yang sangat jelas kepada UMKM. Badan POM punya semangat besar, punya komitmen yang kuat untuk mendukung teman-teman semua," ujar Taruna Ikrar.

Rektor Universitas Andalas (Unand), Efa Yonnedi dalam kegiatan “Dialog Interaktif ABG untuk Akselerasi Produk Gastronomi Nusantara ke Pasar Global pada Selasa, 15 September 2026 (Foto: RRI/Vebyan Syafitra)

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi mengatakan, UMKM rendang selama ini telah memenuhi kebutuhan pasar lokal. Menurutnya, pengembangan berikutnya diarahkan agar produk rendang mampu masuk pasar luar negeri.

“Salah satu strategi yang bisa kita buat ke depan adalah ko-kreasi programnya,” ujar Efa. Program tersebut dapat berupa pelatihan ekspor yang disesuaikan dengan karakteristik negara tujuan.

Efa menjelaskan, persyaratan ekspor berbeda antara Malaysia, Timur Tengah, dan Eropa. Karena itu, pelatihan perlu disusun berdasarkan kebutuhan masing-masing pasar agar lebih mudah diterapkan pelaku usaha.

“Kalau kita buat pelatihan ekspor sesuai kebutuhan para pengusaha rendang,” katanya. “Tentu nanti akan lebih mudah menindaklanjutinya dan bagi pengusaha akan lebih terasa manfaatnya.”

Ia mengatakan, Universitas Andalas sebelumnya telah mendampingi pelaku usaha hingga berhasil menembus pasar India. Pendampingan serupa dapat dikembangkan untuk UMKM rendang melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....