Tujuh Dekade Unand, Inovasi Didorong Jadi Solusi
- 15 Sep 2026 06:34 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) memasuki usia ke-70 dengan meningkatkan peran riset, inovasi, dan hilirisasi agar semakin memberikan dampak bagi pembangunan Sumatera Barat dan Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Dies Natalis ke-70 sekaligus Lustrum XIV melalui Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah di Auditorium Kampus Limau Manis, Senin, 14 September 2026, dengan tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai kontribusi Unand terhadap pembangunan daerah perlu terus diperluas melalui kerja sama yang lebih konkret. Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan inovasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Ke depan semakin meningkat dan semakin banyak kerja sama yang dapat kita bangun, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian kepada masyarakat, maupun menghadirkan inovasi-inovasi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, mengatakan perguruan tinggi harus mampu menjadikan hasil penelitian sebagai solusi yang dapat digunakan masyarakat dan dunia usaha. Melalui penguatan sumber daya manusia, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan menjadi kunci menghadapi perubahan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Human capital merupakan salah satu kunci dalam menentukan masa depan, selain teknologi, inovasi, dan entrepreneurship,” ujarnya.
Arif juga mendorong Unand mengoptimalkan posisinya sebagai Innovation University dengan menjembatani kesenjangan antara hasil riset dan kebutuhan industri atau Valley of Death. Untuk itu, hasil penelitian tidak cukup berhenti pada publikasi dan paten, tetapi harus dikembangkan menjadi teknologi, produk, lisensi, hingga komersialisasi melalui penguatan inovasi unggulan, peta jalan penelitian, kawasan sains dan teknologi serta laboratorium maju.
Rektor Unand Dr. Efa Yonnedi menyebutkan saat ini Unand memiliki 154 program studi, dengan 87 di antaranya berstatus unggul dan 29 telah terakreditasi internasional. Sepanjang 2025, Unand menjalankan lebih dari 1.500 proyek riset dan menghasilkan 1.344 publikasi terindeks Scopus, dengan 51,7 persen di antaranya berada pada jurnal Q1 dan Q2.
Di sisi hilirisasi kata Efa, Unand mencatat tujuh produk atau prototipe pada 2026, dua lisensi atau kontrak komersialisasi, serta 10 produk yang telah dikomersialisasikan. Pada periode 2021 hingga 2026, Unand juga menjalankan lebih dari 2.045 proyek pengabdian kepada masyarakat, sementara posisi pemeringkatan QS Asia meningkat dari peringkat 470 pada 2025 menjadi 396 pada 2026, didukung lebih dari 3.887 kerja sama aktif dengan mitra dari 46 negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....