SMAN 2 Padang Panjang Luncurkan Program, Perkuat Budaya Siaga Bencana di Sekolah

  • 10 Sep 2026 15:24 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - SMAN 2 Padang Panjang resmi meluncurkan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), Rabu 9 September 2026. Program ini menjadi langkah sekolah dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh warga sekolah dalam menghadapi berbagai potensi bencana.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAN 2 tersebut dihadiri berbagai unsur dan lembaga yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana, kesehatan, keselamatan, dan perlindungan masyarakat.

Hadir Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Sumatera Barat, Willia Zuwerni, Kepala BPBD Kesbangpol Kota Padang Panjang Mihandrik serta perwakilan BMKG, Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), RSUD, RS Yarsi, Dinas Sosial PPKBPPPA, serta Satpol PP dan Damkar.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun satuan pendidikan yang aman dan tangguh terhadap bencana.

Willia Zuwerni menyebutkan, pentingnya membangun kesiapsiagaan bencana di lingkungan satuan pendidikan. “Pendidikan kebencanaan perlu menjadi bagian dari budaya sekolah sehingga warga sekolah tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mengambil tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat,” katanya.

Hal senada disampaikan Mihandrik. Menurutnya, keberadaan SPAB diharapkan dapat memperkuat kemampuan sekolah dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi.

“Keberadaan SPAB diharapkan dapat memperkuat kemampuan sekolah dalam mengenali risiko, melakukan pencegahan, serta merespons keadaan darurat secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujarnya.

Salah satu agenda dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan Satgas Siaga Bencana SMAN 2. Pengukuhan ini menjadi langkah dalam membentuk dan memperkuat tim yang akan mendukung kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.

Satgas Siaga Bencana diharapkan mampu menjadi penggerak budaya kesiapsiagaan bagi seluruh warga sekolah. Melalui pembekalan dan latihan secara berkelanjutan, anggota satgas diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi kondisi darurat.

Usai peluncuran SPAB dan pengukuhan satgas, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi evakuasi gempa bumi. Simulasi diikuti siswa dan seluruh warga sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....