BPBD Sumbar Matangkan Gladi Kesiapsiagaan Gempa dan Tsunami
- 11 Sep 2026 05:27 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang- Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Sumatera Barat tengah mempersiapkan pelaksanaan gladi kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami melalui uji dokumen rencana kontingensi tanggal 29 dan 30 September mendatang. Kegiatan berskala Sumatera Barat tersebut akan melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga terkait, serta unsur pentahelix sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Direktur Komunitas Siaga Tsunami (Kogami) Kota Padang, Patra Rina Dewi, mengatakan gladi tersebut akan dilakukan secara bertahap. Pada 29 September 2026, kegiatan diawali dengan Tabletop Exercise dan Command Post Exercise untuk menguji kesiapan lembaga serta pemahaman terhadap tugas dan fungsi dalam dokumen rencana kontingensi.
Menurut Patra Rina Dewi, Tabletop Exercise akan lebih banyak dilakukan melalui diskusi dan tanya jawab untuk mengetahui sejauh mana OPD dan lembaga terkait memahami peran masing-masing dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Sementara Command Post Exercise difokuskan untuk menguji sistem komunikasi dan koordinasi antarpusat pengendalian operasi kebencanaan.
“Gladi atau latihan kesiapsiagaan bencana ini dilakukan bertingkat. Tabletop Exercise menguji apakah seluruh lembaga yang terlibat memahami tugas dan fungsinya, sedangkan Command Post Exercise menguji komunikasi dan koordinasi antarpos pengendalian,” ujar Patra Rina Dewi, Kamis 10 September 2026.
Patra menjelaskan, salah satu hal penting yang terus diedukasikan kepada masyarakat yakni melakukan evakuasi mandiri apabila merasakan gempa kuat dan berlangsung lama, sekitar 20 detik atau lebih. Masyarakat diminta tidak menunggu informasi resmi maupun bunyi sirine untuk segera menyelamatkan diri menuju lokasi aman apabila merasakan tanda-tanda tersebut.
Dalam skenario gladi, sistem sirine juga akan menjadi bagian penting dalam menguji sinkronisasi antara BPBD Sumatera Barat dengan BPBD kabupaten dan kota di kawasan pesisir yang berpotensi terdampak tsunami. Apabila terdapat informasi tsunami dengan status awas, petugas di daerah terdampak harus segera mengaktifkan sirine sebagai tanda perintah evakuasi.
Patra menyebut, apabila dalam waktu lima menit sirine belum diaktifkan oleh pos pengendalian BPBD kabupaten atau kota, maka BPBD Sumatera Barat akan mengambil langkah untuk mengaktifkan sistem peringatan tersebut. Untuk itu, seluruh pos pengendalian di tujuh kabupaten dan kota akan disiagakan di lokasi masing-masing selama pelaksanaan gladi.
Sementara pada 30 September 2026 akan digelar Field Training Exercise atau FTX di lapangan. Simulasi tersebut akan melihat secara langsung bagaimana masyarakat dan aparat bertindak ketika terjadi gempa, mulai dari melindungi diri, menuju ruang terbuka, melakukan pendataan, hingga melaksanakan evakuasi ke tempat evakuasi sementara atau tempat evakuasi akhir.
“Sesungguhnya gladi ini adalah uji prosedur. Kita ingin melihat bagaimana masyarakat dan aparat bertindak sesuai SOP masing-masing, mulai saat gempa terjadi, setelah gempa reda, proses evakuasi, pendataan hingga penanganan warga di tempat evakuasi,” katanya.
Dalam simulasi tersebut, sirine akan dibunyikan selama 20 detik sebagai penanda terjadinya gempa karena kondisi gempa sebenarnya tidak dapat dibuat secara buatan. Setelah sirine berhenti, peserta simulasi akan melanjutkan tahapan penyelamatan diri sesuai prosedur, termasuk melakukan pemeriksaan kondisi warga, memberikan pertolongan pertama bagi yang membutuhkan, serta menunggu informasi perkembangan ancaman tsunami.
Patra menambahkan, koordinasi dengan BPBD tujuh kabupaten dan kota telah dilakukan melalui rapat bersama pada awal pekan ini. Selain itu, OPD terkait juga telah menggelar rapat persiapan. Kegiatan gladi turut dikoneksikan dengan sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana atau SPAB yang tengah dilakukan Dinas Pendidikan Sumatera Barat, sehingga satuan pendidikan yang telah mendapatkan pembinaan akan ikut melaksanakan simulasi evakuasi sesuai ancaman di wilayah masing-masing pada 30 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....