Pemko Padang Ajak Warga Pilah Sampah Lewat Padang Rancak Award Sesi 2

  • 08 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Kebiasaan memilah dan mengelola sampah dari sumber terus digalakkan Pemerintah Kota Padang sebagai bagian dari upaya membangun budaya bersih yang berkelanjutan. Melalui Padang Rancak Award (PRA) Sesi 2 Tahun 2026, pemerintah tidak hanya menilai kebersihan lingkungan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.

Kepala Bidang Program Pengembangan Komunikasi dan Kemitraan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fuad Syukri, pada Senin 7 September 2026 mengatakan PRA Sesi 2 memiliki waktu pelaksanaan lebih panjang, yakni 12 Juli hingga 1 Oktober 2026. Waktu tersebut diberikan agar pengurus RT dan Bank Sampah dapat membangun konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Fuad, salah satu fokus utama penilaian kali ini adalah pemilahan sampah, terutama sampah organik atau sisa makanan. Kebiasaan memilah sampah dari sumber dinilai penting untuk memperbaiki pengelolaan sampah sekaligus mengurangi dampak lingkungan.

“Fokus utama PRA kali ini dititikberatkan pada pemilahan sampah sisa makanan (organik) guna menekan emisi gas metan yang memicu perubahan iklim,” ujar Fuad. Ia berharap kebiasaan memilah sampah tidak hanya dilakukan selama masa penilaian, tetapi menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat.

Untuk memastikan penilaian berjalan objektif, sebanyak 312 mahasiswa Universitas Eka Sakti (UNES) dilibatkan dalam proses verifikasi lapangan. Mereka akan menilai kondisi kebersihan di 3.456 rukun tetangga (RT) yang tersebar di Kota Padang.

Para mahasiswa tersebut berasal dari delapan fakultas, yakni Fisipol, Ekonomi, Akuntansi, Hukum, Teknik, FKIP, Pertanian, dan Sastra. Sebelum turun ke lapangan, mereka mendapat pembekalan selama dua hari, 5-6 September 2026, dari tim teknis DLH dan tim juri PRA.

Fuad meminta mahasiswa yang terlibat mengedepankan etika, menjaga integritas, serta bersikap santun ketika berinteraksi dengan masyarakat. Hasil verifikasi di lapangan diharapkan mampu menggambarkan kondisi lingkungan secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Pembina Yayasan Perguruan Tinggi Padang (YPTP), Prof. Dr. Andi Suryaman Mustari Pide, mengatakan PRA memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan lingkungan yang meraih penghargaan. Menurutnya, program tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan.

“Kegiatan PRA ini sangat vital dalam mengubah perilaku publik. Yang sedang kita bangun saat ini bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan membangun budaya dan perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan secara berkelanjutan,” ungkapnya.

PRA Sesi 2 juga dimanfaatkan Pemerintah Kota Padang sebagai momentum memperkuat gerakan kebersihan dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Kota Padang menghadapi penilaian Adipura.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....